Harga Minyak Mentah melambung kuat setelah komentar dari Kementerian Energi Arab Saudi. Menurut Kementerian, di paruh kedua tahun ini, kemungkinan akan ada penurunan drastis persediaan domestik karena tumbuhnya permintaan. Kementerian tersebut juga mengabarkan bahwa ekspor minyak di Juli akan dekat dengan level di Juni, dan di Agustus ekspor akan menyusut hingga 100.000 barel per hari. Informasi terakhir cukup mengejutkan karena Arab Saudi diperkirakan akan meningkatkan produksi secara signifikan. Selain itu, negara tersebut berencana untuk "mengekspor hanya sebanyak yang dipesan dan tidak berencana untuk menyediakan volume di atas kebutuhan konsumen." Kalimat terakhir ini dapat dianggap sebagai respon yang tidak resmi terhadap permintaan Presiden Trump,yang ingin meningkatkan ekspor untuk harga yang lebih rendah.
Arab Saudi adalah salah satu produsen dan eksportir terbesar dunia, sehingga informasi apapun terkait minyak dapat berdampak pada pasar global. Inilah mengapa komentar dari kementerian Arab Saudi atau pejabat penting lainnya harus selalu dianggap serius.
Kini mari lihat gambaran teknikal Minyak mentah pada kerangka waktu H4. Setelah komentar tersebut, pasar telah mencapai level tinggi lokal di level 70,16 sebelum harga mulai berkonsolidasi. Target selanjutnya untuk bulls diprediksi di level 71,69 dan jika level ini ditembus, maka rangkaian level rendah dan tinggi yang lebih rendah akan terganggu. Artinya tren naik pada kerangka waktu yang lebih besar dapat berlanjut dan bulls akan mencoba mendorong harga jauh lebih tinggi menuju swing top terbaru di level 75,30.