Kemarin sore, investor global menerima laporan dari Badan Informasi Energi Amerika (EIA) mengenai persediaan minyak mentah. Setelah kenaikan persediaan sebesar 5,836 juta barel pekan lalu, kali ini konsensus mengasumsikan penurunan sebesar 2,6 juta barel. Namun, hasil akhir mengindikasikan penurunan cadangan yang lebih besar dari emas hitam ini.
Laporan EIA tersebut menunjukkan bahwa setelah kenaikan pekan lalu sebesar 5,836 juta barel dalam sepekan sampai 20 Juli, persediaan minyak mentah turun hingga 6,147 juta barel, yang menjadi hasil yang jauh lebih baik dari perkiraan dan penerbitan sebelumnya. Sama halnya dengan persediaan bensin, yang juga turun sebesar 2,328 juta barel, meski terdapat perkiraan penurunan yang lebih rendah (-0,713 juta) dan angka sebelumnya -3,165 juta barel.
Penurunan cadangan minyak mentah dan/atau produk kilang berarti penurunan pasokan bahan mentah ini, yang menurut prinsip dasar ekonomi, akan mengakibatkan kenaikan harga emas hitam di pasar.
Kini mari lihat gambaran teknikal Minyak Mentah pada kerangka waktu H4. Informasi mengenai penurunan persediaan mengarah pada penguatan harga minyak, yang saat ini berada di level tinggi baru pekan ini. Saat ini, harga menguji level tinggi kemarin, di sekitar $69,54. Jika harga menembus melewati resistance ini maka akan membuka jalan untuk rally lebih jauh menuju $71,08. Momentum positif, tapi tidak kuat ini mendukung perkiraan bullish jangka pendek, namun agar bulls dapat mengambil alih pasar, harga harus menembus level $72,13 dan bergerak menuju level tinggi di $75,30.