Rencana Trading untuk 19/11/2018

GBP memulai pekan ini dengan tenang, meski gejolak politik seputar proyek perjanjian Brexit tidak menjamin ketenangan ini untuk waktu yang lama. Perdana Menteri May masih menghadapi risiko voting ketidakpercayaan pada pihaknya. Pada hari Minggu, May mengingatkan bahwa upaya menggulingkan pemerintahannya akan memberikan risiko penundaan Brexit.

Bursa saham di Asia memperoleh optimisme untuk ekspektasi kemajuan negosiasi perdagangan AS-China. Namun, pada hari Jumat pasar menerima kata-kata Presiden Trump dengan positif bahwa ia mungkin tidak akan memberlakukan pajak tambahan pada barang-barang dari China, yang menghidupkan kembali spekulasi mengenai potensi kesederhanaan yang diambil selama pertemuan Trump dengan Presiden Xi Jinping pada KTT G20 akhir November. Bursa China Shanghai Composite tumbuh 0,6 persen pada hari ini dan Nikkei225 Jepang naik 0,65 persen.

Pada hari Senin, 19 November, kalender sepi akan rilis data-data penting, sehingga pekan perdagangan ini sangatlah tenang. Namun, ada pidato dari Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda pada malam hari dan masih ada satu pidato yang dijadwalkan hari ini dari Anggota FOMC John C. Williams.

Analisis USD/JPY untuk 19/11/2018:

Di Tokyo, Presiden Bank of Japan memberikan pidato. Kuroda mengatakan bahwa selera berisiko bank-bank komersil dapat tumbuh dalam menghadapi kebijakan moneter yang sangat longgar, namun tetap terkendali. Dalam jangka panjang, mengamankan keuntungan bank akan bergantung pada kesanggupan mereka untuk menawarkan layanan-layanan keuangan baru dan mendiversifikasi sumber pendapatan mereka.

Jika bank-bank Jepang tidak mengambil langkah pengelolaan risiko yang tepat, biaya pinjaman dapat naik drastis dan stabilitas sistem keuangan dapat terancam. Situasi bank-bank yang lebih kecil di daerah Jepang lemah, keuntungan mereka dari operasional inti terus menurun bersama dengan periode suku bunga rendah yang berkepanjangan dan menurunnya jumlah penduduk. Ditengah kekhawatiran ini, Kuroda mempertahankan pandangan bahwa kebijakan moneter yang longgar yang diperkenalkan pada 2013 membawa manfaat nyata bagi ekonomi. Bank sentral siap untuk melanjutkannya, dan seiring waktu bank akan dapat mencapai target inflasi 2%. Yen Jepang tidak banyak bereaksi terhadap kata-kata dari Presiden Bank of Japan tersebut.

Kini mari lihat gambaran teknikal USd/JPY pada keranka waktu H4. Rentang pergerakan USDJPY pada malam hari mencapai kurang dari 30 pip dan harga masih bergerak dalam rentang sempit antara level 112,60-112,90. PKondisi pasar oversold, namun momentum tetap lemah dan negatif, yang menunjukkan bahwa bears masih mengendalikan pasar ini dan dapat berupaya untuk mendorong harga menuju level 112,55 atau lebih rendah.