GBP/USD baru-baru ini menolak area harga 1,30 ditengah momentum impulsif bearish yang kuat. Pasangan ini diperkirakan akan mempertahankan tekanan bearish dengan target menuju area support 1,2700-50. Hanya 2 bulan tersisa sebelum Inggris keluar dari Uni Eropa. Namun, belum ada kesepakatan yang layak yang mengatur hubungan perdagangan dengan UE. Sementara itu, para pemangku kebijakan Inggris tengah membahas kesepakatan akternatif Brexit yang diusulkan oleh Theresa May.
Pekan lalu, Parlemen Inggris menolak kesepakatan perceraian Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May. Sekarang ia sedang mencari cara untuk memperoleh kesepakatan melalui parlemen, meski tanpa kesuksesan apapun. Ekonomi UE melampaui ekonomi Inggris sebanyak enam kali. Sehingga otoritas UE ingin agar Brexit berjalan dengan tertib dan tidak ingin kembali bergumul dengan London, yang semakin memperdalam krisis politik terkait Brexit. Kondisi politik di Inggris saat ini berperan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan GBP. Laporan ekonomi adalah alasan lainnya. Hari ini, laporan UK Average Cash Earnings dirilis yang diperkirakan tidak berubah di 3,3%, Public Sector Net Borrowings diprediksi mengalami perubahan positif dengan penurunan ke 1,1 Miliar dari angka sebelumnya 6,3 Miliar, Tingkat Pengangguran diperkirakan tidak berubah di 4,1%, dan Claimant Count Change diprediksi memiliki hasil positif dengan turun ke 20.100 dari sebelumnya 21.900.
Di sisi lain, pekan ini diprediksi akan berjalan ambat untuk USD karena kalender ekonomi tidak mengandung laporan ekonomi apapun dari AS untuk mendorong kenaikan USD. Selain itu, laporan-laporan ekonomi mendatang juga diperkirakan akan menunjukkan angka yang bearish. Hari ini, laporan Existing Homes Sales akan dirilis yang diprediksi turun ke 5,27 Juta dari angka sebelumnya 5,32 Juta. Pekan depan, indeks CB Consumer Confidence index dan laporan Federal Funds Rate dirilis di AS, namun mereka tidak terlalu berarti untuk USD. Jadi hingga pekan depan, mata uang AS diperkirakan akan bergerak stabil terhadap GBP. Meski pemerintah ditutup selama 29 hari, kenaikan USD menunjukkan kekuatannya ditengah pelemahan GBP.
Sementara itu, GBP didorong oleh ekspektasi optimis untuk laporan ekonomi mendatang dari AS. Bagaimanapun, pasar cenderung kepada USD ditengah ketegangan politik di Inggris.
Sekarang mari lihat gambaran teknikalnya. Harga saat ini bertahan di bawah area 1,2900 setelah ketidakpastian kemarin. Ditengah momentum bearish yang impulsif setelah menolak area 1,30 baru-baru ini, pasangan ini diperkirakan akan mempertahankan tekanan bearish menuju area 1,2700-50 dalam beberapa hari mendatang. Karena harga tetap di bawah area 1,30 dengan penutupan harian, pasangan ini akan diperdagangkan dengan bias bearish.
SUPPORT: 1.2500, 1.2700-50, 1.2850
RESISTANCE: 1.2930, 1.30
BIAS: BEARISH
MOMENTUM: VOLATILE