EURUSD: Prospek Pertumbuhan Jangka Menengah yang Lebih Lanjut untuk Dolar AS dipertanyakan

Euro naik tipis setelah mengalami penurunan tajam dari titik tinggi (highs) kemarin, saat pasangan berada pada area 1.1490, dan kemudian turun ke titik terendah (lows) di area 1.1310. Pembicaraan bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga lagi pada tahun 2019 mungkin berdampak negatif pada Dolar AS. Meski sejumlah pihak merencanakan kenaikan suku bunga di AS pada tahun ini, kritik Presiden AS Donald Trump dan posisi sulit Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, bisa berdampak besar pada laju pengetatan moneter tahun ini.

Perlu diingat bahwa kepercayaan pada pertumbuhan berkelanjutan perekonomian AS pada tingkat yang stabil juga menurun secara bertahap, meski di akhir tahun sejumlah orang mempercayai hal ini, dan bank sentral telah memberikan prakiraan yang sangat berbeda untuk tahun 2019. Banyak yang akan bergantung pada perlambatan global ekonomi, serta investasi perusahaan dan pengeluaran konsumen.

Mengingat fakta bahwa European Central Bank untuk pertama kalinya sejak tahun 2008 berencana memulai siklus peningkatan suku bunga, permintaan untuk Dolar AS mungkin semakin melemah. Satu-satunya hal yang sejauh ini menjaga Dolar pada titik tinggi (highs) baru-baru ini terhadap sejumlah mata uang dunia adalah melemahnya pasar saham AS, yang mendorong para investor untuk mempertimbangkan kembali portofolio mereka dan beralih ke pasar obligasi yang lebih aman, tempat level profitabilitas meningkat secara bertahap berkat suku bunga yang lebih tinggi di AS.

Data hari ini untuk area Euro menolong mata uang Eropa sedikit menguat pada posisinya terhadap Dolar AS, namun koreksi 'upward' tidak berlanjut.

Menurut laporan European Central Bank, pertumbuhan dalam pinjaman bagi perusahaan dan rumah tangga di zona Euro meningkat pada bulan November tahun 2018 dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang akan berdampak positif pada pertumbuhan perekonomian di masa depan, serta menambah optimisme.

Berdasarkan data, pertumbuhan pinjaman bagi perusahaan non-keuangan pada bulan November sebesar 4% dibandingkan bulan November 2017. Pada bulan Oktober, pertumbuhannya sebesar 3,9%. Pertumbuhan pinjaman rumah tangga tahunan di zona Euro meningkat hingga 3,3% dari 3,2% di bulan Oktober. Pertumbuhan volumen agregat moneter menurun hingga 3,7% di bulan November dari 3,9% pada bulan Oktober, sementara para ekonom memperkirakan pertumbuhan menjadi sebesar 3,8%.

Untuk gambaran teknikal pasangan EURUSD, ada kecenderungan bahwa koreksi ke atas (upward) akan dibatasi oleh level resistance besar 1.1390, rebound dari sini akan membawa ke gelombang menurun (downward) yang baru dengan uji pada titik rendah hari ini di area 1.1310 dan penjualan lebih lanjut ke area 1.1270 dan 1.1220.

Pound Inggris menurun setelah data menunjukkan bahwa Purchasing Managers Index (PMI) untuk sektor konstruksi menurun. Berdasarkan laporan, indeks tersebut menurun 52.8 poin dari 53.4 di bulan November. Para ekonom telah memperkirakan bahwa di bulan Desember, indeks ini akan berada pada 52.9 poin.

Markit mencatat bahwa meskipun perusahaan-perusahaan sektor konstruksi Inggris Raya menurun daripada ekspektasi, mereka tetap optimis mengenai proyek infrastruktur baru dalam sektor transportasi dan energi.

Pada paruh pertama hari ini, data juga dirilis, yang menunjukkan bahwa aktivitas dalam sektor manufaktur China menurun pada bulan Desember. Menurut Biro Statistik Nasional China, Purchasing Managers Index (PMI) untuk sektor manufaktur pada bulan Desember 2018 menurun hingga 49.4 poin dari 50.0 poin pada bulan November. Ekonom telah memperkirakan indeks tersebut tidak berubah. Penurunan pada indikator ini akan berdampak negatif pada tingkat pertumbuhan perekonomian untuk kuartal keempat tahun kemarin.