EUR dan GBP: Indeks untuk sektor jasa di banyak negara menurun, memberikan tekanan pada ekonomi

Euro sekali lagi turun di balik data yang menunjukkan ekonomi yang stagnan di Italia dan Prancis. Hanya prospek pertumbuhan dalam ekonomi Jerman yang menahan EUR/USD untuk turun lebih besar.

Menurut laporan hari ini, PMI untuk sektor jasa tetap sama pada bulan Januari tahun ini dan mencapai ke 51,2 poin dari 51,2 poin pada bulan Desember tahun lalu. Para ekonom sebelumnya memperkirakan PMI untuk sektor jasa zona euro turun ke 50,8 poin. PMI komposit zona euro turun ke 51,0 poin di Januari dari 51,1 poin di Desember.

Kami ingatkan anda bahwa nilai indeks di atas 50 poin menandakan kenaikan aktivitas dalam sektor.

Angka di atas untuk kawasan euro pada umumnya aman karena data mengenai indeks manajer pembelian (PMI) untuk sektor jasa di Jerman, yang pada Januari tahun ini naik ke 53,0 poin, dimana pada Desember PMI sebesar 51,8 poin.

Di sinilah kabar baiknya berakhir. Di Prancis dan Italia, angka indeks tetap berada di bawah level 50 poin, semakin turun lebih rendah, menandakan penurunan aktivitas, yang secara negatif mempengaruhi prospek untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini.

Menurut laporan, PMI untuk prancis turun ke 47,8 poin pada Januari dari 49,0 pada Desember. Di Italia, indikator yang sama untuk sektor jasa juga ternyata di bawah 50 poin dan mencapai 49,7 poin.

Sebagai hasil dari data yang lemah tersebut, euro melanjutkan penurunan melawan dolar AS dan berangsur mendekati level support di 1,1400.

Pound Inggris menembus melalui level-level rendah mingguan selanjutnya dan terus turun setelah rilisnya data yang lemah pada sektor jasa. Semua ini tentu saja dapat mempengaruhi pernyataan Bank of England setelah mengambil keputusan mengenai suku bunga, yang akan diumumkan Kamis ini.

Menurut laporan, PMI untuk sektor jasa turun ke 50,3 poin pada Januari tahun ini, yaitu level terendah selama 2,5 tahun. Data ini sekali lagi mengkonfirmasi kekhawatiran terkait Brexit dan ketidakpastian yang mempengaruhi ekonomi secara negatif.

Untuk PMI komposit, pada Januari indeks turun ke 50,1 poin dari 51,2 poin pada bulan Desember. Para ekonom sebelumnya memperkirakan indeks akan mencapai 51,5 pada Desember.

Dolar Australia naik pada pagi hari ini setelah Bank Sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 1,50%, namun mengatakan memiliki prospek yang baik untuk masa depan.

RBA yakin bahwa risiko penurunan untuk ekonomi global telah meningkat, namun kebijakan moneter saat ini konsisten dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Inflasi tahunan diperkirakan akan kembali ke rentang target dari 2% ke 3%, sementara pertumbuhan GDP Australia diprediksi mencapai 3% pada tahun ini. Untuk pengangguran, angkanya dapat dikurangi menjadi 4,75%.