Pound berpotensi ke bawah $1,27 dalam beberapa hari mendatang

Pound Inggris membuka pekan ini dengan penurunan dan tetap menjadi salah satu outsider utama dalam pasar valuta asing. Pekan lalu, pasangan GBP/USD kehilangan lebih dari 250 poin. Diperkirakan dalam sesi mendatang tekanan pada sterling akan berlanjut. Namun, pada hari Senin sepanjang perdagangan Eropa, mata uang Inggris berhasil mengembalikan sebagian kecil kerugiannya. GBP/USD diperdagangkan di sekitar $1,2755 setelah turun ke $1,2710 pada hari Jumat, level terendah sejak pertengahan Januari.

Pada hari Minggu, Theresa May mengumumkan rencananya untuk membuat "proposal baru yang lebih berani" kepada para anggota parlemen Inggris. Meskipun kesepakatan Brexit-nya ditolak sebanyak tiga kali, May tetap berharap akan memperoleh dukungan dari Parlemen sebelum meninggalkan jabatannya.

Trader tetap mengikuti perkembangan seputar keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Di awal pekan lalu, pimpinan partai Buruh Jeremy Corbyn mengumumkan gagalnya negosiasi dengan partai Konservatif. Ia yakin bahwa "negosiasi antarpartai telah berlangsung sejauh yang dapat dilakukan, namun tidak membantu mengatasi perbedaan-perbedaan besar." Sehubungan dengan gagalnya negosiasi tersebut, pihak oposisi utama mengkonfirmasi bahwa partainya akan menentang kesepakatan yang diajukan oleh Theresa May. Voting dijadwalkan akan dilakukan di majelis House of Commons Parlemen Inggris pada pekan pertama bulan Juni.

Voting yang mengejutkan kemungkinan akan menyebabkan pengunduran diri perdana menteri saat ini. Dengan perkembangan semacam ini, peluang terjadinya versi "hard Brexit" semakin besar, dan risiko perlambatan ekonomi Inggris lebih lanjut juga ikut naik.

Statistik nasional yang lemah tetap menjadi faktor yang menekan pound Inggris. Sebuah laporan pada indeks harga konsumen akan dirilis pekan ini. Jika harga kembali turun, GBP/USD dapat turun di bawah $1,27. Dengan perkembangan tren penurunan, kuotasi akan menemui support di kisaran $1,2665.

Sementara itu, indikator yang relatif kuat menunjukkan bahwa pasangan ini oversold. Terkait hal ini, pertumbuhan koreksi pound dalam beberapa hari mendatang tidak dapat dikesampingkan.