EURUSD: Ketidakpuasan Donald Trump menyentuh Eropa. Draghi dapat kembali ke program pembelian obligasi dan menurunkan suku bunga

Mata uang Eropa merosot terhadap dolar AS setelah pidato hari ini dari Presiden ECB Mario Draghi, yang mengisyaratkan rencananya untuk menurunkan suku bunga jika dibutuhkan. Tak lama setelahnya, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan kritik terhadap ECB.

Saat konferensi pers, Presiden ECB Draghi mengatakan bahwa bank sentral tersebut masih berkomitmen untuk mencapai targetnya dan tidak menerima inflasi yang rendah. Jika situasi dengan inflasi tidak membaik, stimulasi tambahan akan dibutuhkan. Kami berbicara mengenai program pembelian obligasi serta menurunkan suku bunga.

Draghi juga mencatat bahwa konsep politik telah berubah di masa lalu untuk menghadapi tantangan-tantangan baru, dan ini dapat kembali terjadi. Dalam beberapa pekan mendatang, ECB akan menganalisis bagaimana instrumen yang ada dapat diadaptasi sesuai dengan proporsinya untuk menghadapi risiko terhadap inflasi.

Draghi juga yakin bahwa penurunan suku bunga lanjutan dan langkah-langkah pelonggaran dirancang untuk membatasi efek samping dari dampak negatif perlambatan ekonomi global dan konflik dagang. Pada akhir pidatonya, Draghi mencatat bahwa ECB masih memiliki ruang yang cukup untuk melanjutkan pembelian obligasi.

Ingat bahwa pada awal Juni, para perwakilan ECB telah mengumumkan bahwa bank sentral tersebut dapat melanjutkan program pembelian aset yang dihentikan pada Desember.

Seperti yang disebutkan di atas, Presiden AS Donald Trump mengkritik pidato dari Mario Draghi.

Trump mengatakan bahwa performa Draghi melemahkan nilai euro terhadap dolar AS, yang lagi-lagi menciptakan keunggulan kompetitif yang tidak adil. Presiden AS tersebut juga mengatakan bahwa selama bertahun-tahun Eropa diuntungkan dengan cara ini. Begitupun dengan China dan negara-negara lainnya yang dengan sengaja menurunkan nilai mata uang mereka terhadap dolar AS.

Hal ini menunjukkan bahwa, mungkin dalam waktu dekat, administrasi Gedung Putih akan kembali berperang dalam perdagangan dengan UE, yang "ditunda" setahun lalu.

Data hari ini mengenai surplus zona euro memberikan tekanan pada euro. Menurut laporan, surplus perdagangan asing zona euro mencapai ke 15,3 miliar euro pada April 2019 dari 18,6 miliar euro pada bulan Maret. Diluar koreksi, surplus berkurang menjadi 15,7 miliar euro dari 17,1 miliar euro pada April 2018.

Semua dikarenakan oleh penurunan tajam ekspor dari zona euro, yang terjadi berkenaan dengan konflik perdagangan. Menurut laporan, ekspor dari zona euro turun 2,5% pada April tahun ini dibandingkan dengan bulan Maret, sementara impor turun hanya 0,9%. Imbas terbesar dirasakan pada industri manufaktur.

Data inflasi dalam zona euro sama dengan prediksi para ekonomi, sehingga semakin meyakinkan manajemen ECB bahwa rencananya mereka memang sudah sepatutnya.

Menurut laporan tersebut, tingkat inflasi tahunan di zona euro melambat ke 1,2% pada bulan Mei dari 1,7% pada bulan April. Level target ECB tipis di bawah 2%.

Untuk gambaran teknikal pasangan EURUSD, tekanan pada aset-aset berisiko akan berlanjut hingga harga menyentuh di bawah resistance 1,1215. Para penjual kini fokus untuk menguji kembali level support di 1,1180, yang terjadi di pagi hari. Harga menembus level tersebut akan membuka jalur langsung ke level terendah di 1,1140.