GBPUSD: Pound menguat setelah putusan Bank of England untuk tidak mengubah kebijakan moneter

Pound Inggris melanjutkan pertumbuhannya tehadap dolar AS, sepenuhnya mengabaikan laporan penjualan ritel yang lemah. Permintaan pound telah diamati sejak awal pekan ini, saat jelas bahwa kebijakan moneter Bank of England dan Federal Reserve AS mungkin mulai bergerak ke arah berbeda. Dengan kata lain, bank sentral Inggris tidak akan menurunkan suku bunga, sementara the Fed berniat untuk melakukannya, yang, meski tidak langsung, dinyatakan pada konferensi pers kepala the Fed, Jerome Powell, kemarin.

Seperti yang saya nyatakan di atas, penjualan ritel di Inggris jatuh pada Mei tahun ini, dan salah satu penyebabnya adalah cuaca buruk, yang berpengaruh negatif terhadap permintaan pakaian musim panas. Ini kembali mengkonfirmasi bahwa perekonomian Inggris kemungkinan tidak akan menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bagus pada kuartal kedua tahun ini, dan, sisi terbaiknya, hanya akan mempertahankannya.

Menurut Badan Statistik Nasional Inggris, penjualan ritel di Inggris jatuh 0,5% pada Mei dibanding April. Penurunan diamati selama dua bulan berturut-turut. Antara Maret dan Mei, penjualan Inggris hanya naik 1,6%, setelah meningkat 1,7% antara Februari dan April.

Para ekonom telah memperkirakan penurunan yang sama pada penjualan ritel, yang juga mempertahankan tekanan terhadap pound Inggris sebelum rilis laporan suku bunga Bank of England.

Menurut data tersebut, Bank of England mempertahankan suku bunga di level 0,75% dan putusan untuk mempertahankan suku bunga di level yang sama diambil dengan rasio 9 banding 0.

Bank sentral menyatakan risiko penurunan pertumbuhan PDB telah meningkat, dan oleh karena itu pertumbuhan PDB akan tidak berubah pada kuartal kedua. Regulator tersebut memperkirakan inflasi tahun ini akan berada di bawal level target 2%, yang akan "melambat" dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam konteks peningkatan ketidakpastian Brexit.

Perlu diingat bahwa hari ini Boris Johnson, yang kemungkinan besar akan menjadi penerus Theresa May sebegai perdana menteri, melaju ke tahap keempat pemilihan dengan 157 suara. Johnson merupakan pendukung Brexit, yang di masa mendatang akan menciptakan masalah besar bagi ekonomi.

Bank of England memperkirakan kenaikan suku bunga yang terbatas dan bertahap jika Breaxit berjalan lancar.

Mengenai gambaran pasangan GBPUSD, pertumbuhan tertahan oleh level resistance besar di sekitar 1,2730, dan saat ini ada beberapa koreksi menurun di area support 1,2640, yang akan memungkinkan pembeli besar untuk membentuk batas bawah dari channel naik baru yang mampu melanjutkan tren saat ini. Target mingguan utama bull adalah titik tertinggi di area 1,2760.