USD / JPY
Karena tekanan secara umum dari dolar dan pertumbuhan pasar saham, pasangan USD/JPY melonjak 81 poin kemarin. Indeks dolar, di sisi lain, meraih 0,12% dan tambahan 1,50% pada indeks S&P 500. Hari ini, Nikkei225 tumbuh di 1,35% dan bahkan Chinese Shanghai Composite Index naik 0,45%.
Kami yakin optimisme di bursa-bursa saham Asia-Pasifik hanya untuk sementara. Virus corona itu sendiri tidak begitu mengerikan dalam hal konsekuensi untuk ekonomi Tiongkok setelah langkah-langkah keras dan tidak masuk akal untuk mengatasi penyebarannya. Menurut estimasi yang pesimis, 2/3 dari ekonomi Tiongkok lumpuh dan volume kredit macet diperkirakan naik 6,3%. Tentu saja, Tiongkok dapat mempercantik statistik selanjutnya, namun ini tidak akan mengubah seluruh gambaran negatifnya. Jadi, PMI Manufaktur Januari telah menunjukkan penurunan dari 51,5 ke 51,1. PMI Jasa memburuk dari 52,5 ke 51,8, dan pada hari Jumat data terpenting pada neraca perdagangan untuk Januari akan dirilis dimana perkiraan untuk Neraca perdagangan adalah 36,8 miliar dolar dibandingkan dengan 46,8 miliar pada bulan Desember.
Dengan demikian, ini membuat situasi yen terlihat goyah. Kenaikan harga ke puncak 17 Januari (110,30) bersifat korektif, bahkan jika kenaikan merupakan bagian dari pergerakan tren dari Agustus lalu.
Terlihat pada grafik harian bahwa kenaikan harga koreksional sebesar 61.8% (dalam gambar, karena overturn grid 38,2%). Mungkin disinilah harga akan berkembang. Namun, di atas terdapat resistance yang lebih kuat dengan level koreksional 76.4% yang setara dengan 23.6% dalam gambar dan di 109,90 dalam garis MACD. Membalikkan harga turun akan sekali lagi mengarahkan harga ke area penarikan dari garis channel harga dan level reaksi Fibonacci 123,6% di 107,85.
Harga mencapai di bawah garis MACD di 109,20 pada garfik 4 jam, akan menjadi sinyal perkembangan dan penguatan skenario penurunan. Saat ini, situasi netral.