Kenaikan tipis dalam surplus rekening berjalan neraca pembayaran zona euro menjadi 33 miliar euro pada Desember 2019 tidak memberikan dukungan besar bagi pembeli aset-aset berisiko untuk memperoleh kembali sebagian posisi mereka menyusul penurunan yang telah terlihat sejak awal tahun ini. Ingat bahwa saldo rekening berjalan dari neraca pembayaran zona euro yang positif mencapai 32 miliar euro pada November 2019.
Seluruh perhatian akan beralih ke notulen dari rapat bulan Januari Federal Reserve yang dirilis hari ini, yang kemungkinan tidak akan memebrikan perubahan berarti pada pasar, karena trader tidak menemukan hal baru dalam notulen tersebut. Fed akan merilis notulen, namun pendekatan terbaru bank sentral terhadap suku bunga akan tetap sama. Ingat bahwa pada bulan Januari, para pimpinan Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah, dalam kisaran 1,5-1,75%. Sebelumnya, ada kemungkinan untuk melihat tiga kerendahan sepanjang 2019.
Ada kemungkinan bahwa tekanan dalam notulen akan dialihkan pada peluang virus corona yang mempengaruhi baik ekonomi global dan konflik perdagangan antara AS dan Tiongkok, sebuah gencatan senjata dicapai pada akhir tahun lalu. Pekan lalu dalam pidatonya, Ketua Fed Jerome Powell menyentuh permasalahan ini dengan mengatakan bahwa bank sentral mengawasi dengan seksama situasi dan siap untuk mengambil tindakan yang diperlukan, yang kemungkinan besar akan mengarah pada penurunan suku bunga dan bukan menaikkannya. Namun, ini tidak berdampak pada dolar AS.
Gambaran teknikal pasangan EURUSD tetap tidak berubah. Semua yang dapat diperhitungkan bulls Eropa adalah kembalinya pasangan ini ke area resistance 1.0830, karena hanya ada kemungkinan untuk membahas kenaikan yang lebih besar ke area ketinggian 1.0860 dan 1.0890 di atas rentang ini. Jika tekanan pada instrumen trading ini terus berlanjut, update level rendah 1.0740 dan 1.0680 tidak dikesampingkan.
GBPUSD
Pound Inggris naik pada berita bahwa inflasi tahunan lebih tinggi dari ekspektasi, yang menurunkan peluang menurunkan suku bunga acuan oleh Bank of England. Namun, pembeli pound belum berhasil menembus di atas level resistance yang cukup penting.
Berdasarkan laporan, indeks harga konsumen Inggris naik 1,8% pada Januari 2020 dibandingakn dengan periode yang sama tahun sebelumnya setelah naik 1,3% pada Desember. Para ekonom sebelumnya memperkirakan inflasi hanya naik 1,6%. Ingat bahwa level target BoE adalah sekitar 2,0%. Namun inflasi inti, yang tidak memperhitungkan kategori-kategori volatil, melonjak ke 1,6% pada bulan Desember. Hal ini menandakan peluang besar tren kenaikan dalam inflasi dometisk beberapa bulan mendatang.
Mengingat bahwa komite kebijakan moneter BoE tidak begitu senang menurunkan suku bunga, indikator-indikator tersebut akan memungkinkan BoE untuk mendorong peluang perubahan kebijakan yang sedikit melunak.
Sedangkan untuk indikator bulanan, menurut Biro Statistik Nasional Inggris, indeks harga konsumen turun 0,3% pada bulan Januari 2020 dibandingkan dengan bulan Desember, saat inflasi tetap tidak berubah. Para ekonom sebelumnya memperkirakan penurunan sebesar 0,4%. Indeks harga ritel turun 0,4% setelah naik 0,3% pada bulan Desember, dan indeks harga pembelian naik 0,9% setelah kenaikan yang sama pada Desember 2019.
Untuk gambaran teknikal pasangan GBPUSD, perjuangan mencapai level penting 1,3010 berlanjut. Hanya dengan menembus level ini yang akan memungkinkan pembeli pound mengharapkan harga kembali ke batas atas channel samping di 1.3060. Jika level ini ditembus, maka akan membuka jalur langsung ke level-level tinggi di 1.3100 dan 1.3140. Jika bear terbukti lebih kuat dan menembus di bawah support 1.2970, maka kemungkinan besar hanya level rendah 1.2925 dan 1.2870 yang akan dicapai pound.