Pembeli euro terus mengabaikan permasalahan yang dihadapi ekonomi zona euro di tengah penyebaran virus corona, serta fakta bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan membutuhkan banyak upaya, termasuk menambah program penebusan obligasi agar zona euro tidak jatuh ke dalam jurang resesi. Namun, pada waktu penulisan artikel ini, EURUSD diperdagangkan di kisaran 1.1150, memperbarui daily high selanjutnya.
Euro juga didukung oleh laporan-laporan fundamental, dan meskipun indeks aktivitas bisnis naik tipis, sektor ini tetap turun di semua negara zona euro. Penting untuk dicatat bahwa pertumbuhan indeks manajer-manajer pembelian untuk sektor manufaktur pada bulan Februari belum berimbas pada masalah penyebaran virus corona di zona euro. Daya disediakan untuk periode 12 sampai 21 Februari, sebelum kenaikan tajam jumlah kasus di Italia. Kemungkinan besar, indikator-indikator bulan Maret akan kembali turun.
Mari kaji negara-negara utama. Sebuah laporan dari kantor statistik Markit menunjukkan bahwa PMI indeks manajer persediaan untuk sektor manufaktur Italia turun tipis ke 48,7 poin Februari ini, sementara indeks sebelumnya diprediksi sebesar 49,1 poin. Indeks pada bulan Januari sebesar 48,9 poin. Indeks yang sama di Prancis turun ke 49,8 poin pada Februari, sementara para pakar mengharapkan penurunan yang lebih besar ke sekitar 49,7 poin. Pada bulan Januari, indikator ini di atas level netral di 51,5 poin.
Data ternyata jauh lebih baik dari perkiraan di Jerman, namun, mereka tidak naik melampaui level 50 poin. Menurut laporan, PMI untuk sektor manufaktur Jerman naik ke 48,0 poin pada bulan Februari dibandingkan dengan 45,3 poin pada bulan Januari.
Secara keseluruhan, indeks telah mendekati level 50 poin di zona euro. Jika level tersebut dicapai maka akan menandakan adanya kenaikan aktivitas dalam sektor tersebut. Menurut data, indeks manajer-manajer pembelian untuk sektor manufaktur zona euro naik ke 49,2 poin pada bulan Februari dibandingkan dengan 47,9 poin pada bulan Januari dan para ekonom memperkirakan 49,1 poin.
Dari sudut pandang teknikal, update selanjutnya dari level resistance besar di 1.1160 akan mempertahankan tren bullish di pasar, meskipun, seperti situasi dengan US Dollar beberapa pekan lalu, tidak ada alasan kuat untuk kenaikan besar seperti ini kecuali untuk pembahasan mengenai penurunan suku bunga Federal Reserve.
Sedangkan untuk aktivitas di sektor manufaktur Inggris, aktivitas tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan. Permasalahan produksi utama dikaitkan dengan Brexit dan virus corona, yang berimbas negatif pada permintaan. Dengan demikian, indeks manajer-manajer pembelian untuk sektor manufaktur Inggris sebesar 51,7 poin pada Februari dibandingkan dengan 51,9 poin (estimasi awal).
Hari ini, menyusul Bank of America, the Organization for Economic Commonwealth and Development (OECD) merilis perkiraan untuk pertumbuhan GDP global. Didalamnya, para ekonom menurunkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 menjadi 2,4% dari 2,9% ditengah penyebaran virus corona. OECD memperkirakan pemulihan ekonomi pada 2021, yang mengarah pada kenaikan perkiraan pertumbuhan menjadi 3,3% dari 3,0%. Untuk Tiongkok, organisasi mengharapkan pertumbuhan akan melambat ke 4,9% pada 2020 dari sebelumnya 5,7%. Ekonomi AS akan melambat turun ke 1,9%, namun dampak virus corona pada AS akan terbatas.
Menyusul jatuhnya pasar saham, Presiden AS Donald Trump sekali lagi mengumumkan bahwa ia mengandalkan dukungan dari Federal Reserve. Trump menekan komite untuk menurunkan suku bunga, khususnya pada masa ketidakpastian ekonomi. Dapat dikatakan bahwa posisi Gedung Putihlah yang menyebabkan awal mulai siklus pelonggaran kebijakan moneter tahun lalu.