Gambaran pasangan GBP/USD. 17 April. Negosiasi Brexitantara Inggris dan Uni Eropa akan berlanjut dalam format video

Timeframe 4 jam

Detail teknikal:

Linear regression channel atas: arah - turun.

Linear regression channel bawah: arah - naik.

Moving average (20; smoothed) - sideways.

CCI: -104.5099

Menyusul mata uang Eropa, pound Inggris juga mencapai di bawah moving average line dalam perdagangan hari Kamis, 16 April. Trader tidak menemukan alasan untuk melanjutkan kenaikan. Dengan demikian, sekarang pasangan pound/dolar akan mencoba untuk turun ke 1.2200, minimum lokal sebelumnya. Trader kemarin mengabaikan laporan penting pada pengangguran di AS, dan harga mata uang AS berhasil naik selama perilisan laporan.

Risiko Inggris dalam waktu dekat "menyusul" Prancis, Italia dan Spanyol dalam jumlah pasien virus corona, serta jumlah kematian akibat virus ini. Para pakar terus mencatat respon yang lambat dari pemerintah Inggris terhadap pandemi ini, serta langkah karantina yang sangat longgar. Karena dua faktor inilah yang menjadi penyebab jumlah kasus infeksi dan kematian di negara tersebut terus meningkat, sementara di Spanyol dan Italia, tingkat pertumbuhan infeksi dan kematian menurun dan pemerintahnya bahkan mulai melonggarkan langkah karantina. Dalam 10 hari terakhir, antara 700 sampai 900 orang meninggal setiap harinya di Inggris. Menurut perkiraan para pakar medis, Inggris akan menjadi pusat pandemi baru di Eropa, dan jumlah infeksi dan kematian di negara ini akan terus tumbuh. Para pakar juga mencatat bahwa otoritas negara ini tidak menghitung kasus statistik kematian untuk pasien yang meninggal diluar rumah sakit, dengan ini jumlah kematian akibat virus sebenarnya lebih tinggi dari yang dihitung pemerintah. Kepala petugas kesehatan Inggris, Chris Whitty, yakin bahwa puncak virus corona belum lewat.

Sementara itu, meskipun pandemi virus corona, tanggal 1 Juli semakin mendekat. Pada tanggal ini Brussels dan London harus memutuskan secara resmi apakah mereka akan memperpanjang "periode transisi" atau apakah perceraian final antara UE dan Inggris akan terjadi pada 31 Desember 2020 tanpa penundaan apapun. Awalnya, Boris Johnson menentang perpanjangan apapun pada "periode transisi", meskipun tercapainya perjanjian dengan Brussels dalam waktu hanya 10 bulan sulit dilakukan. Sekarang kami tidak membicarakan mengenai 10 bulan, namun paling banyak 2,5 bulan. Dalam periode inilah dan pada masa saat Inggris dan UE sama-sama menangani pandemi virus COVID-19, kedua belah pihak harus membahas perjanjian besar yang akan menentukan hubungan di masa depan setelah "perceraian" final. Apa yang akan disepakati kedua belah pihak dalam 2,5 bulan ke depan belum jelas, jika awalnya Uni Eropa mengatakan bahwa 1 tahun sangatlah sedikit, melihat contoh negosiasi dengan Kanada atau Australia yang berlangsung selama 7-8 tahun. Namun, faktanya tetap. Michel Barnier dan David Frost akan melanjutkan negosiasi. Bagaimanapun, perlu dicatat bahwa negosiasi antara London dan Washingtong, juga terkait hubungan perdagangan setelah Brexit, tetap dibekukan saat ini. Kami sebelumnya mengatakan bahwa London membutuhkan kesepakatan perdagangan dengan UE, dan bahkan lebih baik dengan UE dan juga AS. Jika tidak ada kesepakatan, maka Brexit akan menjadi "keras", yaitu tanpa perjanjian apapun. Dan ini akan menjadi pukulan tambahan yang baru untuk ekonomi Inggris, yang kini dilemahkan bukan hanya oleh Brexit itu sendiri (mengingat karena penarikan Inggris dari UE, Inggris telah kehilangan 70 miliar pound setiap tahunnya sejak 2016), namun juga karena epidemi, yang mengancam ekonomi Inggris dengan penurunan sebesar 35% hanya pada kuartal kedua. Dan mengingat bahwa puncak epidemi belum lewati, kerugian dapat menjadi lebih besar. Namun, menurut banyak pakar, melakukan percakapan video tidak akan menggantikan pertemuan langsung dan efektivitasnya akan jauh lebih rendah, dimana ini menjadi salah satu faktor kesuksesan negosiasi apapun di bawah tenggat waktu yang ketat.

Menurut informasi, sehubungan dengan pandemi virus corona, kedua belah pihak siap untuk opsi yang akan menunda keluarnya Inggris dari Uni Eropa selama satu atau dua tahun. Bagaimanapun, epidemi membuat perubahan pada rencana-rencana pemerintah Inggris dan Eropa.

Pada hari terakhir perdagangan pekan ini, tidak ada rilis makroekonomi yang dijadwalkan di AS atau di Inggris. Namun, ini tidak menjadi masalah, karena pasangan pound/dolar terus mengabaikan statistik apapun, begitu juga pasangan euro/dolar. Kuotasi paasngan ini ditetapkan di bawah moving average line kemarin, jadi tren telah berubah ke arah penurunan. Channel bawah dari regresi linear masih mengarah naik, dan channel atas mengarah turun. Ini membuat peluang antara pertumbuhan dan penurunan menjadi sama besar. Dari sudut pandang fundamental, sulit untuk dikatakan sekarang mana yang lebih mungkin, apakah awal dari tren penurunan atau kelanjutan tren kenaikan.

Volatilitas rata-rata pound/dolar telah berhenti turun dan saat ini 119 poin. Dalam 15 hari perdagangan terakhir, pasangan ini hampir setiap hari melewati 100 sampai 200 poind. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa volatilitas saat ini stabil. Pada Jumat, 17 April, kami memperkirakan pergerakan di dalam channel yang dibatasi oleh level 1.2327 dan 1.2565. Membalikkan indikator Heiken Ashi naik akan mensinyalkan babak koreksi kenaikan.

Level support terdekat:

S1 - 1.2451

S2 - 1.2390

S3 - 1.2329

Level resistance terdekat:

R1 - 1.2512

R2 - 1.2573

R3 - 1.2634

Rekomendasi trading:

Pasangan pound/dolar menembus moving average line pada timeframe 4 jam. Dengan demikian, hari ini disarankan untuk jual pound dengan target di 1.2390 dan 1.2329 dan mempertahankan posisi short tetap dibuka hingga Heiken Ashi berbalik naik. Disarankan untuk mempertimbangkan posisi beli yang baru setelah indikator berbalik melewati moving average dengan target pertama di 1.2565.