Euro: ancaman penurunan setelah kenaikan

Pada akhir pekan ini, mata uang Eropa telah membuka angin kedua berkat statistik makro yang positif pada zona euro. Indikator ekonomi Jerman memainkan peran penting dalam hal ini, dengan memberikan euro dorongan untuk pertumbuhan lebih lanjut. Namun, para pakar memperingatkan mengenai lubang perangkap yang menunggu euro dalam jalur ini.

Koreksi potensial dari pasangan EUR/USD yang disebabkan oleh ketidakseimbangan saat ini dapat menjadi salah satu rintangan. Meskipun penguatan tingkat pertumbuhan euro dan serbuan pada puncak-puncak selanjutnya dari pasangan EUR/USD, para pakar khawatir akan penurunan besar pasangan ini. Menurut pengamatan para analis, semua syarat untuk koreksi lebih lanjut terpenuhi, termasuk memburuknya sentimen pasar global dan menguatnya gelombang kedua Covid-19 di AS.

Pada hari pertama bulan Juli, pasangan EUR/USD diperdagangkan dalam kisaran 1.1247-1.1248, terkadang menunjukkan percobaan untuk turun. Namun, pada Kamis pagi, 2 Juli, pasangan EUR/USD "melanjutkan serang" dan berhasil naik ke 1.1263 - 1.1264. Para pakar telah mencatat lonjakan volatilitas pasangan ini, yang baru-baru ini sangat kontroversial.

Menurut para pakar, kenaikan dan penurunan tajam pasangan EUR/USD dapat lebih menyakiti euro dibandingkan dolar, yang pada awalnya lebih stabil. Permintaan untuk dolar sebagai aset pertahanan kembali memperoleh kekuatan. Ini membantu dolar mempertahankan posisi pimpinannya. Selain itu, dukungan tambahan untuk mata uang AS disediakan oleh situasi epidemiologi global yang semakin memburuk. Vektor ketertarikan investor masih mengarah pada mata uang AS meski mata uang euro baru-baru ini berhasil meraih pijakannya.

Euro sangat dihormati oleh laporan makroekonomi yang positif dari zona euro sebagai kesatuan dan Jerman secara khusus. Pada Rabu, 1 Juli, indikator penjualan ritel untuk bulan Mei di Jerman dirilis, yang melampaui ekspektasi sebagian besar pakar. Indikator ini naik 13,9% dibandingkan dengan April 2020, saat penjualan ritel turun 5,3%.

Data mengenai pasar tenaga kerja Jerman juga berkontribusi pada pertumbuhan positif dalam euro: tingkat pengangguran naik ke 6,4% dibandingkan dengan 6,3% yang tercatat pada bulan Mei. Menurut Markit, indeks PMI manajer pembelian untuk sektor manufaktur Jerman pada bulan Juni juga naik (hingga 45,2 poin). Dalam bulan terakhir musim semi, indikator ini tidak melampaui level 36,6 poin.

Bulan lalu, sektor manufaktur dari zona euro berada di puncak. Indeks total juga dirilis lebih baik dari ekspektasi, meskipun pertumbuhannya minim (hingga 0,3%). Inflasi inti di negara-negara UE lebih menyenangkan, yaitu memenuhi ekspektasi para analis sepenuhnya, dengan melambat turun ke 0,8%. Situasi terkini telah menambah hal positif pada mata uang tunggal, meskipun aktivitas bisnis dalam zona euro masih jauh dari level sebelum krisis.

Menurut para pakar, beberapa pekan selanjutnya akan dipenuhi peristiwa penting untuk pasangan EUR/USD. Sebelumnya, pasangan ini sama seperti mata uang tunggal, mengikuti dinamika mata uang AS, namun sekarang, pertemuan puncak UE mendatang yang dijadwalkan pada 17-18 Juli adalah yang paling relevan untuk euro.

Bulan lalu, euro lebih sering menjadi pengikut, dan dolar memainkan peran utama pada trading. Saat ini, situasi telah berubah dan keberuntungan beralih ke euro. Sekarang, mata uang tunggal Eropa menjadi penggerak untuk pasangan EUR/USD, mengambil alih kendali pemerintah ke tangan mereka. Dengan demikian, penting untuk tetap mengambang untuk euro, dengan menghindari perubahan dinamika yang tiba-tiba. Para analis memperingatkan bahwa kolaps tak terduga dapat menghapus semua pencapaian mata uang euro.

Meskipun dolar masih menjadi aset utama dari "safe haven" dan favorit para investor, Euro memiliki peluang besar untuk naik dan mendorongnya. Namun, jika kenaikan tersebut terjadi, para pakar memperingatkan bahwa penurunan tidak akan terelakkan, yang akan memukul keras dinamika euro. Namun, sejumlah keunggulan (contohnya, suku bunga yang tinggi di AS) tetap berpihak pada dolar. Terhadap latar belakang ini, banyak ekonom mengharapkan mata uang AS untuk menguat terhadap euro sebesar 2-2,5%, itulah mengapa pasangan EUR/USD dapat turun di bawah level 1.1000 pada akhir tahun 2020.

Saat ini, kedua mata uang ini tetap dalam cengkraman faktor-faktor multi-arah yang kuat, yang dapat menyebabkan masalah untuk pasangan EUR/USD dalam beberapa bulan mendatang, yang mencegahnya berubah arah dengan tajam.