Kemarin, greenback menunjukkan pertumbuhan curam melawan sekaranjang mata uang, dan bursa saham AS bergerak lebih rendah di tengan paket baru sanksi anti-Rusia dan pidato Gubernur Lael Brainard. Brainard mengatakan bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga dengan lebih agresif dan akan mulai mengurangi neraca keuangan pada bulan Mei dengan tujuan untuk menahan tingkat inflasi yang tinggi.
Federal Reserve AS diharapkan akna menaikkan suku bunga sepanjang tahun 2022. Selain itu, bisa jadi ada beberapa kenaikan 0,5%. Dengan kata lain, regulator tersebut bersiap untuk bertindak lebih agresif demi mengekang inflasi. Keadaan terkini ekonomi Amerika memungkinkan untuk memperketat kebijakan moneter. Di atas segalanya, bank sentral kemungkinan akan mulai mengurangi neraca keuangan, yang melambung ke $9 triliun dalam beberapa tahun terakhir. Apa arti dari pengurangan neraca keuangan? Itu artinya Federal Reserve akan menjual Treasury dan obligasi mortgagenya, prosesnya kebalikan dari pengetatan kebijakan moneter. Dengan kata lain, kelebihan likuiditas dalam sistem keuangan Amerika akan ditarik, yang dapat membantu mengekang inflasi tinggi.
"Mengingat pemulihan yang jauh lebih kuat dan lebih cepat dari siklus sebelumnya, saya mengharapkan neraca keuangan menyusut lebih pesat dari pemulihan sebelumnya dengan batas yang jauh lebih besar dan periode yang jauh lebih singkat untuk mengurangi batas maksimum dibandingkan dengan 2017-2019," jelas Brainard. Semakin banyak perwakilan Fed yang kini bersiap untuk mendukung tindakan yang lebih agresif. Terkait hal ini, pasar ekuitas AS kemungkinan akan berada dalam pergerakan korektif dalam 2022-2023. Saham-saham merosot pada awal tahun ini tapi kemudian berhasil merebut kembali sebagian penurunannya. Sebagai contoh, Apple dan Tesla sekarang melayang di sekitar level tertinggi sepanjang masa mereka. Namun, kenaikan suku bunga lebih lanjut dan pengurangan neraca keuangan kemungkinan akan memicu koreksi lainnya. Sebagai tambahan, gelembung dalam pasar ekuitas dapat pecah kapan saja. Terjadi atau tidak, koreksi dipastikan akan muncul. Sementara itu, menurut Esther George, presiden Federal Reserve Bank of Kansas Citu, regulator itu berencana untuk membawa suku bunga di atas level netral 2,5%. Ini berarti kita dapat melihat suku bunga di level 2,5% pada akhir tahun.