Dolar yang kuat batasi kenaikan harga emas

Pergerakan signifikan dolar mencegah pelaku pasar meningkatkan harga logam mulia ini dengan drastis. Dolar menambah 0,80%, atau 81 poin, sehingga membawa indeks dolar ke 102,20.

Dampak kekuatan dolar dapat dilihat dengan memperhatikan harga emas spot dalam indeks emas, yang memisahkan dampak kekuatan emas atau pelemahan dari pelaku pasar yang aktif membeli atau menjual emas.

Kekuatan dolar dan juga kenaikan harga emas kemarin dan hari ini adalah produk langsung sentimen pasar yang fokus pada melambatnya inflasi dan bukan kenaikan suku bunga. sentimen pasar inilah yang memicu kenaikan dalam harga dolar AS, serta mendukung harga emas. Biasanya, emas dan dolar bergerak ke arah yang berlawanan, dan bukan tandem, seperti yang mereka lakukan kemarin dan hari ini.

Harga emas bergerak naik dari level terendah dua pekan pada hari Rabu sementara kenaikan harga bahan bakar membuat investor beralih ke logam safe-haven di tengah kekhawatiran akan kenaikan inflasi, meskipun dolar yang lebih kuat dan imbal hasil AS yang lebih tinggi menopang kenaikan.

Kemarin, para pimpinan Uni Eropa sepakat untuk memberlakukan larangan parsial dan bertahap pada minyak Rusia sebagai penggerak utama yang akan menjaga inflasi tetap di level saat ini.

Menurut Analis Senior OANDA Edward Moya, investor sangat membutuhkan aset safe haven dibandingkan hanya surat berharga, itulah mengapa mereka memilih emas. Dan inflasi tidak dapat benar-benar turun ketika harga energi tinggi.