Pada hari Jumat, indeks saham utama Eropa terlihat turun di tengah laporan pendapatan perusahaan yang lemah untuk kuartal ketiga 2022 dari perusahaan-perusahaan top Eropa.
Pada saat artikel ini ditulis, indikator komposit perusahaan terkemuka Eropa STOXX Europe 600 kehilangan 0,37% dan turun menjadi 407,03 poin.
CAC 40 Prancis turun 0,25%, DAX Jerman turun 0,57%, dan FTSE 100 Inggris turun 0,37%.
Jawara dan pecundang teratas
Saham perusahaan energi Eropa Eni dan Equinor masing-masing melonjak 2,7% dan 4% di tengah peningkatan pendapatan dan pendapatan bersih yang signifikan pada akhir kuartal ketiga. Alasan utama untuk hasil positif dari perusahaan adalah kenaikan permanen harga energi di UE.
Saham perusahaan mobil Jerman Volkswagen turun 4%. Pada akhir Juli-September, laba perusahaan merosot 27% menjadi 2 miliar euro karena penghentian operasi di Rusia.
Kapitalisasi pasar perusahaan Eropa Airbus SE turun 0,3%. Pada saat yang sama, perusahaan ini meningkatkan laba bersih sebesar 65% dan pendapatan sebesar 27% pada kuartal ketiga. Pada alhirnya, manajemen Airbus membenarkan ramalan tersebut. Menurutnya, perusahaan akan mengirimkan sekitar 700 pesawat ke pelanggan hingga akhir 2022.
Saham produsen mobil mewah Jerman Porsche AG nilainya turun 2,9% meskipun ada laporan kenaikan 40% dalam laba operasi dan pendapatan dari Januari hingga September 2022.
Saham bank Inggris NatWest Group Plc anjlok sebesar 8,5%. Pada saat yang sama, perusahaan meningkatkan laba sebelum pajak menjadi 1,09 miliar pound pada kuartal ketiga dari 976 juta pound pada periode yang sama tahun 2021. Namun, angka akhir lebih rendah dari ekspektasi pasar awal 1,24 miliar pound.
Saham grup minyak dan gas Austria OMV melonjak 7,6%. Perusahaan mencatat laba operasi sebesar 3,5 miliar euro pada Juli-September dan mengumumkan rencana untuk membayar dividen khusus sebesar 2,25 euro per saham.
Kapitalisasi pasar produsen obat Prancis Sanofi meningkat sebesar 1,2%. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan kenaikan laba lebih cepat pada 2022 di tengah tingginya permintaan obat flu.
Sentimen pasar
Selain laporan triwulanan dari perusahaan top Eropa, pada hari Jumat pelaku pasar menganalisis statistik negara-negara Uni Eropa. Ekonomi Jerman tumbuh sebesar 0,3% pada Juli-September dibandingkan dengan kuartal kedua dan sebesar 1,2% secara tahunan. Pada saat yang sama, analis memperkirakan penurunan indikator pertama sebesar 0,2% dan peningkatan indikator kedua sebesar 0,8%.
Pada kuartal ketiga 2022, produk domestik bruto Prancis naik 0,2% kuartal-ke-kuartal dan 1,2% tahun-ke-tahun. Sementara itu, Indeks Harga Konsumen melonjak sebesar 7,1% tahun-ke-tahun di bulan Oktober setelah meningkat sebesar 6,2% di bulan September. Dalam hal ini, para ahli yang disurvei sebelumnya mengasumsikan percepatan inflasi hanya mencapai 6,4%.
Pada Juli-September, ekonomi Spanyol tumbuh sebesar 0,2% secara triwulanan dan sebesar 3,8% secara tahunan. Analis rata-rata memperkirakan kenaikan masing-masing 0,3% dan 4%.
Sementara itu, pada Oktober inflasi di Spanyol mencapai 7,3%, terendah sejak Januari 2022. Secara khusus, angkanya mencapai 9% pada September. Pertumbuhan harga konsumen di bulan Oktober jauh lebih lemah dari kenaikan 8,4% yang diharapkan oleh pasar.
Hasil trading sebelumnya
Pada hari Kamis, indeks saham Eropa ditutup bervariasi. Pada akhir sesi trading, indikator komposit perusahaan terkemuka Eropa STOXX Europe 600 naik 0,03% menjadi 410,19 poin. CAC 40 Prancis turun 0,51%, DAX Jerman naik 0,12%, dan FTSE 100 Inggris bertambah 0,25%.
Saham bank Swiss Credit Suisse Group AG anjlok 18,6%. Pada hari Kamis, manajemen perusahaan mengumumkan rencana untuk meningkatkan modal $4,07 miliar dan menjual sebagian dari bisnis investasinya. Selain itu, bank mengatakan akan memberhentikan 9.000 karyawan. Adapun laporan keuangan terbaru Credit Suisse, rugi bersihnya mencapai $4,09 miliar untuk kuartal ketiga, sementara pendapatan kuartalannya turun 30%.
Saham bank Inggris Lloyds merosot 0,5% meskipun ada penurunan laba sebelum pajak sebesar 26% pada Juli-September karena penghapusan menyusul penurunan prakiraan ekonomi makro.
Kapitalisasi pasar bank Spanyol Banco de Sabadell turun 2,3% meskipun laba bersih meningkat menjadi 317 juta euro pada kuartal ketiga 2022 dari 149 juta euro pada 2021. Apalagi, sehari sebelum manajemen perusahaan menyetujui rasio pembayaran dividen menjadi 40. % dari keuntungan.
Saham pemasok FMCG Inggris Unilever turun 0,1%. Pada saat yang sama, perusahaan meningkatkan omset pada kuartal sebelumnya sebesar 17,8% karena fakta bahwa harga yang lebih tinggi mengkompensasi penjualan yang lebih rendah.
Saham raksasa minyak dan gas Prancis TotalEnergies naik 3%. Pada Juli-September, perusahaan meningkatkan laba bersih sebesar 43% secara tahunan di tengah kenaikan permanen harga minyak dan gas.
Harga perusahaan energi Inggris-Belanda Shell melonjak 5,9%. Pada kuartal sebelumnya, Shell memangkas laba bersih hampir tiga kali lipat. Namun, angka yang disesuaikan lebih baik dari ekspektasi pasar awal. Selain itu, raksasa energi tersebut mengumumkan rencana untuk membeli kembali saham senilai hingga $4 miliar dan meningkatkan dividen sebesar 15%.
Kapitalisasi pasar maskapai penerbangan Jerman Deutsche Lufthansa AG bertambah 3,2% di tengah rilis laporan kuartalan tentang laba bersih dan pendapatan hampir dua kali lipat.
Saham pembuat chip Prancis-Italia STMicroelectronics merosot 4,8%. Sebelumnya, manajemen perusahaan memprediksi penurunan pertumbuhan penjualan dalam 6 bulan terakhir tahun 2022.
Saham perusahaan penyulingan minyak Finlandia Neste Oyj runtuh sebesar 8% setelah publikasi indikator operasi yang lebih lemah untuk Juli-September dari perkiraan analis.
Pada hari Kamis, investor Eropa fokus pada statistik zona euro baru. Menurut perusahaan riset GfK, Indeks Keyakinan Konsumen Jerman pada bulan November sedikit naik dari level terendah sepanjang masa dan sebesar -41,9 poin terhadap revisi -42,8 poin pada bulan Oktober. Kenaikan indeks tercatat untuk pertama kalinya setelah lima bulan mengalami penurunan. Saat ini, otoritas Jerman sedang berjuang dengan kenaikan harga energi secara permanen dan pertumbuhan yang melambat.
Sementara itu, tingkat pengangguran di Spanyol naik menjadi 12,67% pada kuartal ketiga dari 12,48% pada kuartal kedua.