Euro memiliki peluang besar untuk naik karena data terbaru dari AS mengisyaratkan potensi resesi di negara itu pada tahun depan.
Indeks-indeks aktivitas di AS tetap dalam wilayah negatif, di bawah 50 poin dan ini sangatlah buruh. Aktivitas pertama yang terpukul adalah pasar properti, diikuti oleh sektor jasa dan sektor manufaktur. Satu-satunya aktivitas yang masih bertahan adalah pasar tenaga kerja, tapi pekan lalu Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ia akan menggunakan upah untuk melawan inflasi.
Upah memiliki dampak yang sangat besar pada inflasi karena merupakan item yang sangat besar dari pengeluaran. Menurut Powell, pasar tenaga kerja akan menjadi kunci untuk kenaikan lebih lanjut dalam inflasi, sehingga harus ada yang dilakukan terkait hal itu. Sekarang, upah naik jauh lebih tinggi, dan ini tidak sejalan dengan kebijakan Fed untuk kembali ke inflasi 2%.
Pertanyaan utama untuk para pejabat Fed adalah apakah kenaikan tajam dalam upah AS selama 18 bulan terakhir adalah tindakan hanya satu kali, atau apakah, setelah perusahaan menyesuaikan diri dengan kekurangan pekerja, upah yang lebih tinggi akan menjadi hal biasa. Jika ini adalah situasinya, Powell dapat menjaga kebijakan moneter yang lebih ketat. Perkiraan yang diterbitkan oleh Fed pekan lalu telah mengisyaratkan bahwa suku bunga acuan untuk tahun depan dapat menyentuh 5,1%, lebih tinggi dari yang diharapkan. Ini mendorong pasar saham jatuh.
Kekurangan tenaga kerja, yang disebabkan oleh kebijakan pembatasan karena virus corona, memberikan peluang yang lebih besar untuk para pengusaha dan pekerja untuk menaikkan upah sementara persaingan untuk perekrutan semakin ketat. Tapi di kebanyakan kasus, rumah tangga sulit bertahan dengan biaya hidup yang terus naik. Seperti yang ditunjukkan oleh angka data, total pengeluaran untuk menggaji karyaran naik 5% dalam 12 bulan sampai September, naik dari 3,7% setahun lalu.
Meskipun sebelumnya upah bukanlah bagian yang penting, tapi sekarang dimana perusahaan-perusahaan mencoba untuk menjaga karyawan mereka, kemungkinan bank sentral akan memperhatikan lebih seksama apa yang sedang terjadi di pasar buruh dan bukan hanya meregulasi levelnya.
Berbicara mengenai pasar forex, permintaan untuk euro masih lemah, tapi ada peluang untuk kembali ke level tertinggi bulan Desember jika ECB mempertahankan kebijakan moneternya yang hawkish. Namun, trader perlu menjaga kuotasi di atas 1,0660 karena hanya dengan itu euro akan menyentuh 1,0700 dan 1,0740. Jika terjadi penurunan ke bawah 1,0580, tekanan akan melonjak, yang akan mendorong kuotasi ke 1,0540 dan 1,0490.
Dalam GBP/USD, trading berlangsung dalam sideways channel, jadi pembeli perlu menembus di atas 1,2200 agar kuotasi naik ke 1,2250 dan 1,2301. Tapi jika penjual mengambil alih di 1,2130, maka pound akan jatuh ke 1,2070 dan 1,2000.