Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Maret akan dirilis hari ini pada pukul 12:30 GMT. Ini akan berdampak signifikan terhadap kenaikan atau penurunan dolar.
Jika data CPI turun, ini akan mengindikasikan bahwa inflasi terus turun. Akibatnya, Fed harus beralih dari kebijakan moneter agresif menjadi penundaan kenaikan suku bunga pada rapat FOMC berikutnya setelah Mei. Saat ini, Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada Mei.
Prakiraan ekonomi menunjukkan bahwa inflasi tahunan akan turun dari 6% menjadi 5,2%. Namun, ada juga asumsi bahwa tingkat inflasi inti akan naik sebesar 0,1%, dari 5,5% menjadi 5,6%. Dan Federal Reserve fokus khusus pada inflasi inti, yang tidak termasuk biaya makanan dan energi.
Selain itu, angka ketenagakerjaan pada hari Jumat dengan jelas menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja semakin turun.
Sejak Januari, jumlah lapangan kerja baru terus turun, dengan tambahan hanya 517.000 lapangan kerja baru. Sejak awal tahun, pasar tenaga kerja telah bertambah sebanyak 4,1 juta. Lapangan kerja baru yang bertambah pada Maret merupakan kenaikan bulanan terendah sejak Desember 2020.
Penurunan jumlah lapangna kerja menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve menyusutkan ekonomi dan perlahan mengurangi tekanan inflasi.
Menurut alat CME FedWatch, ada peluang 69,7% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada pertemuan FOMC berikutnya, dan peluang 30,3% bahwa Fed akan menunda kenaikan suku bunga.