Permintaan dolar AS terus turun, meskipun latar belakang berita tidak selalu mendukung tindakan pasar tersebut. Namun, pada hari Rabu, mata uang AS anjlok karena suatu alasan. Laporan inflasi AS menambah permasalahan bagi pelaku pasar. Inflasi tahunan AS bulan lalu melambat dari 4% menjadi 3%, dan inflasi inti tahunan AS di bulan Mei turun menjadi 4,8% dari 5,3%. Inflasi inti tetap pada level yang cukup tinggi, yang dapat memaksa Federal Reserve menaikkan suku bunga dua kali lagi, seperti yang dikatakan oleh Ketua Fed, Jerome Powell, tetapi inflasi primer tidak lagi membutuhkan dua kali kenaikan suku bunga.
Commerzbank membuat pernyataan tidak perlu menaikkan suku bunga dua kali. Para ekonom bank tersebut mengklaim bahwa inflasi pada bulan Juni sedikit naik, dan tekanan pasar pada Fed berkurang setiap bulan. Dalam skala bulanan, harga naik hanya sebesar 0,2%. Inflasi inti juga meningkat sebesar 0,2%, yang merupakan nilai terkecil dalam 2,5 tahun terakhir. Bank percaya bahwa pertemuan Juli mungkin menjadi pertemuan terakhir di mana bank sentral akan menaikkan suku bunga. Dukungan untuk dolar turun karena pasar baru-baru ini mempertimbangkan dua pengetatan kebijakan.
Pada saat bersamaan, Presiden Bank Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengakui bahwa suku bunga akan terus naik jika inflasi lebih tangguh dari yang diharapkan. Beliau menyatakan bahwa kenaikan suku bunga memberikan tekanan pada bank komersial dan neraca mereka, tetapi begitu inflasi mulai mendekati target, Fed akan mulai mempertimbangkan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter. Sracra khusus, pernyataan ini dibuat sebelum rilis laporan inflasi Juli. Oleh karena itu, pandangan Kashkari mungkin sudah berubah menjadi lebih dovish.
Kashkari juga menyadari pentingnya target tingkat inflasi. Menurutnya, selama 40 tahun terakhir, inflasi yang terjangkar menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi. Pertarungan bank sentral melawan tingginya inflasi harus berakhir dengan sukses, Kashkari yakin. Saya percaya bahwa penurunan permintaan mata uang AS dapat berlanjut, karena Bank Sentral Eropa dan Bank of England belum menyelesaikan pengetatan. Tetapi pada saat yang sama, hanya sedikit yang berpendapat bahwa ketiga bank sentral tersebut mendekati suku bunga puncak.
Jika Fed mengakhiri pengetatannya, dolar dapat terus turun berdasarkan fakta bahwa ECB dan BoE terus menaikkan suku bunga. Gambaran seperti itu dapat diamati tidak lebih dari beberapa bulan, tetapi beberapa bulan ini, dolar akan menetap di puncak penurunan. Jika kita membahas markup wave, maka kedua instrumen ini mempertahankan kemungkinan penurunan yang tinggi dalam waktu dekat. Pasar bergerak dalam wave, dan setelah melonjak ke atas, seharusnya area penurunan juga terbentuk.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, saya menyimpulkan bahwa tren naik berlanjut. Namun, tiga wave naik saat ini dapat berakhir kapan saja. Saya percaya bahwa target di sekitar 1.0500-1.0600 cukup realistis, dan saya menyarankan untuk menjual instrumen ini dengan target tersebut. Namun, sekarang kita perlu menunggu struktur a-b-c selesai, setelah itu kita dapat mengharapkan pasangan ini turun ke area ini. Pembelian cukup berisiko. Euro mengambil setiap peluang untuk naik, tetapi dolar tidak selemah kelihatannya.
Pola wave instrumen GBP/USD menunjukkan pembentukan serangkaian wave naik. Sebelumnya, saya menyarankan untuk membeli instrumen ini jika upaya untuk menembus angka 1.2615, yang setara dengan Fibonacci 127,2%, gagal, dan sekarang upaya untuk menembus angka 1.2842 yang berhasil akan menunjukkan komplikasi dari wave naik 3 atau c , maka saya menyarankan untuk membeli dengan target di sekitar 1.3084, yang setara dengan Fibonacci 200,0%.