Setelah penutupan perdagangan hari Jumat lalu, harga minyak mentah mulai menguat tajam dan berpotensi terus naik dalam beberapa hari ke depan hingga mencapai level Murray 6/8, di sekitar $87,50. Namun, kita tetap harus berhati-hati karena, dari sisi teknikal, minyak mentah mungkin menghadapi zona resistance kuat di sekitar $86,40.
Jika minyak mentah mencapai garis atas channel tren naik, kondisi tersebut dapat dianggap sebagai peluang untuk membuka posisi jual (short).
Pada grafik juga terlihat bahwa minyak mentah meninggalkan celah di sekitar $86,34 pada 21 Agustus, dan besar kemungkinan celah ini akan ditutup dalam beberapa jam ke depan. Sekalipun harga menembus ke atas area ini, kami memperkirakan bahwa minyak mentah akan menemui resistance kuat di sekitar level Murray 6/8 di $87,50.
Di sisi lain, terlihat bahwa minyak mentah juga meninggalkan celah di sekitar $82,74, dan jika harga menghadapi resistance kuat di sekitar $86,50 atau $87,50, hal ini dapat dianggap sebagai sinyal jual dalam beberapa hari mendatang. Kami memperkirakan harga akan menemukan support yang kokoh di sekitar EMA 200 hari di $81,88 atau di sekitar SMA 21 hari di $83,21.
Indikator Eagle saat ini menunjukkan sinyal positif untuk minyak mentah, sehingga tren naik diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Namun, setiap koreksi—selama harga berkonsolidasi di atas $82—akan dianggap sebagai sinyal untuk mengambil posisi beli (long).