Emas berjuang untuk memanfaatkan rebound intraday dari level $4,770–4,772, tetap di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicatatkan sehari sebelumnya. Ekspektasi dua pemotongan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve AS pada tahun 2026 telah mencegah dolar AS memperpanjang kenaikan semalam, menjadi faktor pendukung utama bagi logam kuning ini.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengesampingkan ancaman untuk mengenakan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa dan juga menolak rencana untuk melakukan pengambilalihan militer di Greenland. Keputusan ini telah memicu lonjakan baru dalam aset berisiko di seluruh dunia dan membatasi kemungkinan peningkatan harga emas sebagai aset yang dianggap aman.
Di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump merilis rencana untuk kesepakatan mendatang dengan NATO terkait Greenland, yang menghilangkan kebutuhan untuk menetapkan tarif baru pada negara-negara Eropa. Hal ini meredakan kemungkinan ketegangan antara AS dan sekutu NATO, mendorong perubahan dalam strategi "Jual Amerika", yang pada gilirannya memperkuat dolar AS dan menambah lemahnya nilai logam mulia.
Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, mengumumkan akan ada pertemuan baru dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada hari Kamis, seiring dengan kemajuan pada rencana perdamaian 20 poin yang didukung oleh AS untuk Ukraina. Pada hari Rabu, Trump mencatat bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dan Putin telah mencapai titik di mana kesepakatan gencatan senjata mungkin bisa tercapai, semakin menekan harga logam mulia.
Sebuah survei dari Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memprediksi bahwa suku bunga acuan The Fed akan tetap stabil hingga akhir kuartal ini dan mungkin hingga bulan Mei, saat masa jabatan Jerome Powell berakhir.
Meskipun demikian, pasar memprediksi ada dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026. Kekhawatiran mengenai pengaruh politik pada kebijakan otonomi The Fed juga membatasi kekuatan dolar AS. Rilis indeks inflasi PCE AS serta laporan akhir tentang PDB kuartal ketiga hari ini akan berdampak besar pada dolar AS dan akan mempengaruhi arah pasangan mata uang XAU/USD.
Dari sudut pandang teknis, harga emas saat ini mendekati level tertinggi yang pernah ada, namun perlu diperhatikan bahwa indikator pada grafik harian menunjukkan tanda-tanda jenuh beli, yang menandakan adanya kemungkinan konsolidasi atau penarikan kembali. Level dukungan ada di angka 4,770, sementara resistensi berada di rekor tertinggi.