USD/JPY: Tips untuk Trader Pemula pada 29 Januari (Sesi AS)

Ulasan Trading dan Strategi Trading untuk yen Jepang

Uji level harga 153.23 terjadi pada saat indikator MACD baru saja mulai bergerak naik dari garis nol, yang mengonfirmasi titik masuk yang tepat untuk membeli dolar. Akibatnya, pasangan ini naik 20 poin.

Pada sesi sore hari ini, fokus pasar akan beralih kepada pengeluaran sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat, seperti klaim pengangguran baru, neraca perdagangan, dan pesanan pabrik. Hasil yang baik dari indikator-indikator ini bisa mendorong peningkatan nilai dolar dan melemahkan yen. Sebaliknya, pasangan mata uang USD/JPY bisa jadi akan melanjutkan penurunannya. Khususnya, pasar tenaga kerja AS mendapat perhatian besar. Penurunan klaim pengangguran awal bisa menjadi pemicu penguatan dolar. Neraca perdagangan AS juga memiliki peran yang krusial. Penyempitan defisit perdagangan atau bahkan terciptanya neraca perdagangan yang positif akan dipandang sebagai sinyal baik bagi ekonomi AS dan, oleh karena itu, untuk dolar. Selain itu, peningkatan dalam pesanan pabrik dapat menambah rasa percaya, menunjukkan adanya percepatan dalam aktivitas bisnis serta pertumbuhan ekonomi yang solid.

Di samping data tersebut, perhatian juga perlu diberikan kepada pidato Menteri Keuangan Jepang pada hari ini, yang menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan koordinasi dengan Amerika Serikat tentang intervensi mata uang jika diperlukan. Ini menunjukkan bahwa pihak berwenang Jepang tidak lagi menutupi kemungkinan keterlibatan langsung dari AS dalam kebijakan mata uang mereka. Semua ini mengurangi potensi kenaikan USD/JPY, karena intervensi mata uang yang nyata akan diambil jika nilai tukar melampaui 159 yen per dolar. Namun, para trader sebaiknya tidak tergesa-gesa untuk menjual, karena dolar saat ini sudah sangat tertekan, dan ada kemungkinan koreksi kenaikan pada USD/JPY tidak bisa diabaikan—terutama mengingat level 159 masih cukup jauh.

Untuk strategi intraday, saya akan lebih mengandalkan pelaksanaan Skenario No. 1 dan No. 2.

Sinyal Beli

Skenario No. 1: Hari ini, saya berencana membeli USD/JPY ketika harga mencapai level masuk sekitar 153.65 (garis hijau pada grafik), dengan target pertumbuhan menuju level 153.96 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di sekitar 153.96, saya berencana keluar dari posisi beli dan membuka posisi jual ke arah sebaliknya (mengharapkan pergerakan 30–35 poin dari level tersebut). Pertumbuhan pasangan ini hari ini dapat diharapkan setelah data AS yang kuat. Penting: Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai naik dari situ.

Skenario No. 2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada level harga 153.25 sementara indikator MACD berada di area oversold. Ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan mengarah pada pembalikan pasar ke atas. Kenaikan menuju level sebaliknya 153.65 dan 153.96 dapat diharapkan.

Sinyal Jual

Skenario No. 1: Saya berencana menjual USD/JPY hari ini setelah terjadi penembusan di bawah level 153.25 (garis merah pada grafik), yang akan menyebabkan penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama bagi penjual adalah level 152.86, di mana saya berencana keluar dari posisi jual dan juga membuka posisi beli langsung ke arah sebaliknya (mengharapkan pergerakan 20–25 poin ke arah sebaliknya dari level tersebut). Tekanan pada pasangan ini akan kembali jika data ekonomi lemah. Penting: Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai turun dari situ.

Skenario No. 2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada level harga 153.65 sementara indikator MACD berada di area overbought. Ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan dan mengarah pada pembalikan pasar ke bawah. Penurunan menuju level sebaliknya 153.25 dan 152.86 dapat diharapkan.

Penjelasan Grafik:

Garis hijau tipis – harga masuk untuk membeli instrumen trading Garis hijau tebal – level Take Profit yang disarankan atau zona pengambilan keuntungan manual, karena pertumbuhan lebih lanjut di luar level ini tidak mungkin terjadiGaris merah tipis – harga masuk untuk menjual instrumen trading Garis merah tebal – level Take Profit yang disarankan atau zona pengambilan keuntungan manual, karena penurunan lebih lanjut di luar level ini tidak mungkin terjadiIndikator MACD – saat memasuki pasar, penting untuk memantau zona overbought dan oversold

Penting: Trader Forex pemula harus sangat berhati-hati saat memutuskan untuk masuk ke pasar. Sebaiknya hindari pasar menjelang laporan fundamental utama untuk menghindari terjebak dalam fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memilih untuk trading selama rilis berita, selalu pasang perintah stop-loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa itu, Anda bisa kehilangan seluruh deposit Anda dengan sangat cepat—terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen uang dan trading dalam volume besar.

Dan ingat: trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Membuat keputusan spontan berdasarkan situasi pasar saat ini adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday sejak awal.