Apa yang Perlu Diperhatikan pada 30 Januari? Analisis Peristiwa Fundamental untuk Pemula

Analisis Laporan Makroekonomi:

Ada beberapa laporan makroekonomi yang dijadwalkan pada hari Jumat, tetapi tidak ada yang benar-benar signifikan. Sekilas, laporan PDB di Jerman atau Zona Euro mungkin tampak penting. Namun, kami ingin mengingatkan para trader pemula bahwa pasar jarang bereaksi terhadap laporan PDB. Laporan inflasi dan pengangguran di Jerman juga dapat dianggap penting secara kondisional. Namun, laporan-laporan tersebut hanya dapat memengaruhi nilai tukar euro jika nilai aktualnya menyimpang secara signifikan dari prediksi. Di AS, Indeks Harga Produsen sekunder akan dirilis.

Analisis Peristiwa Fundamental:

Tidak banyak yang perlu disoroti di antara peristiwa fundamental untuk hari Jumat. Pertemuan Federal Reserve berakhir pada Rabu malam, dan hasilnya mudah diprediksi oleh para trader. Meskipun Jerome Powell meragukan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Maret, hal ini sama sekali tidak membantu dolar. Mata uang AS tetap berada di dekat posisi terendahnya selama 3-4 tahun terakhir, baik terhadap euro maupun pound. Oleh karena itu, kami sepenuhnya mengantisipasi bahwa pertumbuhan euro dan pound akan segera berlanjut, meskipun mungkin lebih logis jika koreksi berlanjut. Namun, dolar pasti akan bereaksi jika Donald Trump memutuskan untuk menyerang seseorang, melakukan operasi militer di Iran, atau kembali menaikkan tarif. Dolar tetap dalam posisi yang sangat rentan, tanpa dukungan yang terlihat.

Kesimpulan:

Pada hari perdagangan terakhir minggu ini, kedua pasangan mata uang kemungkinan besar akan diperdagangkan terutama berdasarkan faktor teknikal. Euro dapat diperdagangkan hari ini pada 1,1908, sementara pound Inggris dapat diperdagangkan di area 1,3741-1,3751. Tentu saja, dolar tidak harus jatuh setiap hari. Akan ada jeda, koreksi, dan pullback. Namun, peristiwa fundamental dapat mengirim dolar ke posisi knockout lainnya kapan saja.

Aturan Utama Sistem Trading:Kekuatan sinyal dinilai berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk membentuk sinyal (rebound atau breakout). Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin kuat sinyalnya.Jika dua atau lebih transaksi dibuka pada sinyal palsu di dekat sebuah level, maka semua sinyal berikutnya dari level tersebut harus diabaikan.Dalam kondisi datar, pasangan mata uang mana pun dapat menghasilkan banyak sinyal palsu atau tidak sama sekali. Bagaimanapun, saat muncul tanda-tanda pertama dari kondisi datar, lebih baik berhenti trading.Transaksi dibuka selama periode antara awal sesi Eropa dan pertengahan sesi Amerika; setelah itu, semua transaksi harus ditutup secara manual.Pada time frame per jam, sinyal berbasis MACD sebaiknya diperdagangkan hanya ketika ada volatilitas yang baik dan tren yang dikonfirmasi oleh garis tren atau channel tren.Jika dua level terletak terlalu dekat satu sama lain (5–20 pip), maka keduanya harus dianggap sebagai area support atau resistance.Setelah pergerakan 15–20 pip ke arah yang benar, atur Stop Loss ke titik impas.Apa yang Ditampilkan di Grafik:

Level harga support dan resistance — level yang berfungsi sebagai target saat membuka transaksi beli atau jual. Take Profit dapat ditempatkan di dekatnya.

Garis merah — channel atau garis tren yang mencerminkan kecenderungan saat ini dan menunjukkan arah mana yang lebih disukai untuk trading sekarang.

Indikator MACD (14,22,3) — histogram dan garis sinyal — indikator tambahan yang juga dapat digunakan sebagai sumber sinyal.

Pidato dan laporan penting (selalu terdaftar dalam kalender berita) dapat sangat memengaruhi pergerakan pasangan mata uang. Oleh karena itu, selama rilisnya, trading harus dilakukan dengan sangat hati-hati, atau posisi harus ditutup, untuk menghindari reversal harga yang tajam melawan pergerakan sebelumnya.

Trader forex pemula harus ingat bahwa tidak setiap transaksi dapat menguntungkan. Mengembangkan strategi yang jelas dan manajemen uang yang efektif adalah kunci keberhasilan trading jangka panjang.