USD/JPY: Kiat-kiat Trading Sederhana untuk Trader Pemula pada 30 Januari. Analisis Trading Forex Kemarin

Analisis dan Kiat-kiat Trading untuk Yen Jepang

Uji harga pada 153,25 bertepatan dengan saat indikator MACD mulai bergerak turun dari level nol, mengonfirmasi titik entri yang tepat untuk menjual dolar. Akibatnya, pasangan ini turun ke level target 152,86.

Penurunan tajam dalam indeks harga konsumen Tokyo dari 2,0% menjadi 1,5% memicu penjualan yen dan mendorong pembelian dolar AS. Para pedagang, yang khawatir tentang melambatnya inflasi di Jepang, melihat ini sebagai sinyal bahwa Bank of Japan mungkin menunda atau mempertimbangkan kembali rencananya untuk memperketat kebijakan moneter. Hal ini, pada akhirnya, membuat aset yang didenominasikan dalam yen menjadi kurang menarik, merangsang aliran modal menuju mata uang yang lebih menguntungkan dan stabil seperti dolar AS. Dolar, yang didukung oleh penjualan besar-besaran di pasar saham dan logam, tampak lebih menarik sebagai tempat berlindung di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Data juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Jepang tetap tidak berubah pada 2,6%. Di satu sisi, ini dapat dilihat sebagai tanda stabilitas relatif di pasar tenaga kerja. Namun, dalam konteks penurunan inflasi, tingkat pengangguran yang stabil tidak cukup untuk mendukung yen. Para investor lebih cenderung mempertimbangkan faktor ekonomi secara keseluruhan, dan penurunan inflasi tentu lebih berat daripada stabilitas pekerjaan. Selain itu, konteks juga penting. Tingkat pengangguran 2,6% bukanlah yang terendah dalam sejarah. Ada kekhawatiran bahwa ini mungkin mencerminkan kekurangan tenaga kerja terampil dan masalah struktural di pasar kerja, daripada kekuatan ekonomi yang sebenarnya. Dalam beberapa hari mendatang, retorika Bank of Japan akan sangat penting. Jika bank sentral menunjukkan ketidakpastian mengenai pengetatan kebijakan dan terus berpegang pada pendekatan yang sangat longgar, yen kemungkinan akan terus melemah.

Terkait strategi intraday, saya akan lebih mengandalkan penerapan Skenario #1 dan #2.

Skenario Pembelian

Skenario #1: Saya berencana membeli USD/JPY hari ini ketika mencapai titik entri sekitar 154,15 (garis hijau pada grafik), dengan target pergerakan ke 154,67 (garis hijau tebal pada grafik). Di sekitar 154,67, saya berniat keluar dari posisi beli saya dan membuka posisi jual ke arah sebaliknya (mengharapkan pergerakan 30-35 pip kembali dari level tersebut). Sebaiknya kembali membeli pasangan ini selama koreksi dan penurunan signifikan pada USD/JPY. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas level nol dan baru memulai pergerakan naik.

Skenario #2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada harga di 153,74 ketika indikator MACD berada di area oversold. Ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan mengarah pada pembalikan pasar ke atas. Dapat diharapkan pertumbuhan menuju level sebaliknya di 154,15 dan 154,67.

Skenario Penjualan

Skenario #1: Saya berencana menjual USD/JPY hari ini hanya setelah level 153,74 (garis merah pada grafik) diperbarui, yang akan menyebabkan penurunan cepat pasangan ini. Target utama bagi penjual adalah level 153,17, di mana saya berencana keluar dari posisi jual saya dan segera membuka posisi beli ke arah sebaliknya (mengharapkan pergerakan 20-25 pip kembali dari level tersebut). Lebih baik menjual setinggi mungkin. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah level nol dan baru memulai pergerakan turun.

Skenario #2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada harga di 154,15 ketika indikator MACD berada di area overbought. Ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan dan mengarah pada pembalikan pasar ke bawah. Dapat diharapkan penurunan ke level sebaliknya di 153,74 dan 153,17.

Apa yang Ada di Grafik:

Garis hijau tipis mewakili harga masuk di mana seseorang dapat membeli instrumen trading;

Garis hijau tebal mewakili harga perkiraan di mana seseorang dapat menetapkan Take Profit atau mengamankan keuntungan, karena pertumbuhan lebih lanjut di atas level ini tidak mungkin terjadi;

Garis merah tipis mewakili harga masuk di mana seseorang dapat menjual instrumen trading;

Garis merah tebal mewakili harga perkiraan di mana seseorang dapat menetapkan Take Profit atau mengamankan keuntungan, karena penurunan lebih lanjut di bawah level ini tidak mungkin terjadi;

Indikator MACD: saat memasuki pasar, penting untuk mempertimbangkan zona overbought dan oversold.

Penting: Para trader pemula di pasar Forex harus sangat berhati-hati saat membuat keputusan masuk. Sebaiknya tetap di luar pasar sebelum laporan fundamental penting dirilis untuk menghindari terjebak dalam fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading selama rilis berita, selalu tetapkan stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa menetapkan stop order, Anda dapat dengan cepat kehilangan seluruh deposit Anda, terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen uang dan trading dalam volume besar.

Dan ingat, untuk trading yang sukses, sangat penting memiliki rencana trading yang jelas, seperti yang disajikan di atas. Membuat keputusan trading spontan berdasarkan situasi pasar saat ini secara inheren adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.