Dolar AS terus menguat terhadap aset berisiko, termasuk euro dan poundsterling, dengan pound yang paling terdampak oleh lemahnya data ekonomi Inggris.
Data menunjukkan bahwa Empire Manufacturing Index AS, indikator utama aktivitas bisnis di Negara Bagian New York, kemarin menunjukkan ketangguhan yang mengesankan dan melampaui ekspektasi para ekonom. Hal ini menjadi kejutan yang tak terduga, tetapi menyenangkan bagi pasar keuangan, yang langsung bereaksi dengan menguatnya dolar AS. Namun, komentar dari perwakilan Federal Reserve sedikit meredam antusiasme pembeli dan mengembalikan keseimbangan di pasar.
Agenda ekonomi paruh pertama hari ini diperkirakan relatif tenang, dengan fokus utama pada rilis satu indikator penting—Consumer Price Index (CPI) Prancis. Indikator ini merupakan salah satu ukuran utama inflasi di negara tersebut dan berperan signifikan dalam membentuk gambaran umum proses inflasi di Zona Euro. Data CPI Prancis biasanya diawasi ketat oleh analis dan trader, karena signifikansinya dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang Eropa. Diperkirakan bahwa angka untuk periode ini tidak akan jauh berbeda dari proyeksi para ekonom.
Hari ini poundsterling juga berpotensi sarat peristiwa. Perhatian trader akan terfokus terutama pada Indeks Harga Konsumen Inggris. Indikator inflasi utama ini sangat penting bagi keputusan Bank of England ke depan terkait kebijakan moneter. Angka inflasi yang tinggi dapat memaksa bank sentral mempertahankan sikap yang lebih ketat, sementara data yang lebih lemah mungkin membuka jalan bagi perubahan paradigma yang cepat dan penurunan suku bunga, yang pada akhirnya akan berdampak negatif bagi pound. Secara bersamaan dengan CPI, data penjualan ritel dan indeks harga produsen juga akan dipublikasikan.
Kombinasi rilis data tersebut, bersama dengan data pasar tenaga kerja Inggris kemarin, kemungkinan akan memicu volatilitas yang kuat di pasar valuta asing.
Jika data sesuai dengan ekspektasi para ekonom, lebih baik bertindak berdasarkan strategi Mean Reversion. Jika data ternyata jauh lebih tinggi atau lebih rendah daripada prediksi para ekonom, strategi Momentum akan lebih tepat digunakan.
Strategi Momentum (Breakout):Untuk Pasangan EUR/USD:Pembelian saat breakout ke atas 1,1855 dapat mendorong kenaikan euro menuju 1,1889 dan 1,1925;Penjualan saat breakout ke bawah 1,1835 dapat mendorong penurunan euro menuju 1,1804 dan 1,1770;Untuk Pasangan GBP/USD:Pembelian saat breakout ke atas 1,3565 dapat mendorong kenaikan pound menuju 1,3585 dan 1,3605;Penjualan saat breakout ke bawah 1,3545 dapat mendorong penurunan pound menuju 1,3520 dan 1,3500;Untuk Pasangan USD/JPY:Pembelian saat breakout ke atas 153,70 dapat mendorong kenaikan dolar menuju 154,15 dan 154,35;Penjualan saat breakout ke bawah 153,25 dapat mendorong aksi jual dolar menuju 152,85 dan 152,45;Strategi Mean Reversion (Return):