Ulasan GBP/USD. 19 Februari. Pound Menunjukkan Tanda-Tanda Siap Untuk Melonjak Lagi

Pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan pergerakan yang sangat stabil pada hari Rabu, di saat Inggris merilis sebuah laporan yang sebenarnya bisa mengubah situasi. Sebelumnya, laporan mengenai tingkat pengangguran memperlihatkan peningkatan sebesar 0,1%. Reaksi pasar pada waktu itu sangat signifikan, mendorong nilai mata uang Inggris naik lebih dari 100 pip. Namun, pada hari berikutnya, saat laporan indeks harga konsumen menunjukkan penurunan menjadi 3%, yang hampir memastikan adanya pelonggaran dalam kebijakan moneter oleh Bank of England, respon pasar hampir tidak nampak. . .

Di satu sisi, reaksi para pelaku pasar bisa dimengerti, karena angka yang dilaporkan memang sesuai dengan yang diharapkan. Meski demikian, mencatat bahwa inflasi turun ke 3% bukanlah hal yang sepele. Ini akan berdampak besar pada posisi bank sentral, sehingga menjadi isu penting. Kami percaya bahwa penurunan nilai mata uang Inggris pada hari Selasa sebagian mencerminkan pelambatan inflasi yang dirilis pada hari Rabu. Jika benar demikian, maka kedua aspek tersebut sudah sepenuhnya diperhatikan oleh pasar, termasuk harapan akan pelonggaran kebijakan moneter dari Bank of England. Tentu saja, ini baru sebatas spekulasi, tetapi meskipun adanya penurunan sepanjang minggu, pola kenaikan pound Inggris di time frame harian masih tetap ada, dan kondisi fundamental untuk dolar juga belum lebih cerah.

Kami juga ingin menekankan satu aspek teknikal yang sangat krusial. Penutupan perdagangan pada hari Selasa menunjukkan penembusan terhadap level terendah lokal sebelumnya, yang sangat jelas terlihat di time frame 4 jam. Dalam pendekatan trading ICT, penembusan seperti ini dikenal sebagai "liquidity grab" dan biasanya memberi peringatan kepada trader mengenai kemungkinan perubahan arah. Selain "liquidity grab", indikator CCI juga memasuki area jenuh jual pada hari Selasa, yang juga memberikan sinyal akan kemungkinan kenaikan.

Jadi, apa yang dapat kita simpulkan secara keseluruhan? Faktor-faktor "bearish" sudah ada di pasar; fundamental dan data makro di AS, setidaknya, masih menjadi pertanyaan dan seringkali bertentangan, dan ada setidaknya dua sinyal teknikal yang menunjukkan potensi naiknya pasangan ini, sementara tren dasarnya tetap positif. Menurut pendapat kami, peluang untuk pasangan ini meningkat dalam beberapa minggu mendatang sangat tinggi. Selain itu, mata uang Eropa juga berpotensi naik.

Minggu ini, para trader juga masih harus melewati hari Jumat, ketika indeks aktivitas bisnis dan data penjualan ritel akan dipublikasikan di Inggris, dan di AS akan dirilis estimasi pertama pertumbuhan PDB kuartal keempat. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan melambat menjadi 3%, sementara aktivitas bisnis di Inggris akan tetap kuat (di atas garis batas 50,0) di kedua sektor. Dengan demikian, latar belakang makroekonomi untuk sisa minggu ini berpotensi mendukung pound Inggris, sementara indikator teknikal dalam beberapa pekan dan bulan terakhir tidak berpihak pada dolar. Kami masih berpendapat bahwa faktor-faktor fundamental global akan menarik dolar turun seperti jangkar seberat dua belas pon yang terikat di kaki seorang tahanan. Dolar hanya bisa berharap pada koreksi dan pullback.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir adalah 74 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini dianggap "rata-rata". Pada hari Kamis, 19 Februari, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran 1.3468 hingga 1.3616. Kanal atas regresi linear mengarah ke atas, yang mengindikasikan pemulihan tren. Indikator CCI telah memasuki area jenuh jual, sehingga memberi sinyal kemungkinan berakhirnya koreksi.

Level Support Terdekat:

S1 – 1.3428

S2 – 1.3306

S3 – 1.3184

Level Resistance Terdekat:

R1 – 1.3550

R2 – 1.3672

R3 – 1.3794

Rekomendasi Trading:Pasangan mata uang GBP/USD berada di jalur untuk melanjutkan tren naiknya pada 2025, dan prospek jangka panjangnya belum berubah. Kebijakan Donald Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan mata uang AS akan tumbuh pada 2026. Bahkan statusnya sebagai "reserve currency" tidak lagi memiliki arti penting bagi para trader. Dengan demikian, posisi long dengan target 1.3916 dan di atasnya tetap relevan untuk jangka pendek selama harga berada di atas moving average. Ketika harga berada di bawah garis moving average, posisi short berskala kecil dapat dipertimbangkan dengan target 1.3468 dan 1.3428 secara teknikal (bersifat korektif). Dari waktu ke waktu, mata uang Amerika menunjukkan koreksi (dalam konteks global), tetapi untuk pertumbuhan tren, dibutuhkan faktor-faktor positif berskala global.Penjelasan Ilustrasi:

Kanal Regresi Linier membantu menentukan tren saat ini. Apabila kedua kanal sejajar, ini menunjukkan tren yang kuat.

Garis Moving Average (pengaturan: 20,0, smoothed) menjelaskan tren jangka pendek dan memandu arah trading.

Tingkat Murray bertindak sebagai tingkat target untuk pergerakan dan koreksi.

Tingkat Volatilitas (garis warna merah) mewakili rentang harga yang mungkin untuk pasangan ini selama 24 jam ke depan berdasarkan pembacaan volatilitas saat ini.

Indikator CCI: Apabila memasuki wilayah oversold (di bawah -250) atau overbought (di atas +250), ini menandakan pembalikan tren yang akan datang ke arah yang berlawanan.