GBP/USD. Analisis dan Prediksi

Hari ini, pasangan GBP/USD menahan pelemahan yang terkumpul selama tiga hari terakhir, bergerak dalam kisaran sempit di dekat level terendah empat minggu yang terbentuk pada hari Kamis. Harga spot diperdagangkan di sekitar level psikologis 1,3500 dan tetap rentan terhadap risiko penurunan lebih lanjut.

Pound sterling Inggris terus menunjukkan kelemahan karena meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England pada rapat bulan Maret. Sentimen ini didukung oleh laporan pasar tenaga kerja Inggris yang lemah dan perlambatan inflasi konsumen ke level terendah tahunan. Dikombinasikan dengan dolar AS yang cenderung bullish, hal ini memperkuat prospek negatif jangka pendek untuk pasangan GBP/USD.

Risalah rapat FOMC bulan Januari yang dirilis pada hari Rabu mengungkapkan perbedaan pendapat yang signifikan di kalangan pembuat kebijakan mengenai kecepatan dan dasar pertimbangan pelonggaran moneter lebih lanjut di tengah kekhawatiran tentang inflasi yang tetap tinggi. Beberapa anggota Federal Reserve menyoroti kemungkinan pemangkasan suku bunga jika inflasi menurun, sementara yang lain memperingatkan bahwa pelonggaran yang terlalu dini dapat membahayakan target inflasi bank sentral sebesar 2%.

Sementara itu, laporan bahwa militer AS mungkin siap melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini meningkatkan risiko geopolitik, menguatkan dolar dan mendorong rally-nya. Hal ini mendukung skenario penurunan mingguan berkelanjutan pada GBP/USD, di mana setiap rebound dipandang sebagai peluang untuk melakukan penjualan pada level yang lebih menarik.

Hari ini, peluang trading yang lebih baik mungkin muncul setelah rilis data ekonomi AS: klaim pengangguran mingguan, Philadelphia Fed Business Activity Index, dan data penjualan rumah yang tertunda. Pidato para pejabat Federal Reserve dapat menambah volatilitas pada dolar dan pasangan GBP/USD selama sesi AS. Namun, fokus utama sebaiknya tetap tertuju pada laporan PCE AS hari Jumat.

Dari perspektif teknikal, pasangan ini berupaya bertahan di atas level psikologis 1,3500 setelah sebelumnya turun menembus SMA 50 hari. Jika harga gagal bertahan di level 1,3470, support berikutnya akan berada di SMA 200 hari. Breakout ke bawah level tersebut dapat mempercepat penurunan. Indikator osilator pada grafik harian menunjukkan sinyal yang beragam, sementara Relative Strength Index tetap negatif, mengonfirmasi lemahnya posisi pembeli.