Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 20 Februari

Dolar AS terus menguat terhadap euro, pound, dan aset berisiko lainnya, didorong oleh faktor-faktor objektif.

Kemarin, euro melanjutkan penurunannya terhadap dolar, sebagai konsekuensi dari data pasar tenaga kerja AS yang positif, khususnya laporan klaim pengangguran. Narasi serupa juga terjadi pada pound Inggris. Laporan ini, yang dirilis di tengah pemulihan ekonomi AS secara lebih luas, menunjukkan ketahanan pasar kerja dan rendahnya jumlah klaim awal tunjangan pengangguran, yang biasanya menjadi sinyal prospek positif bagi dolar AS.

Namun, data makroekonomi yang akan dirilis dari Amerika Serikat dan zona euro akan memiliki dampak yang lebih besar, sebab dapat mengonfirmasi atau memperbaiki tren yang sedang berlangsung. Di paruh pertama hari ini, sejumlah indikator penting yang menunjukkan aktivitas bisnis di wilayah tersebut akan diumumkan: indeks manajer pembelian (PMI) untuk sektor manufaktur, PMI untuk sektor jasa, serta PMI komposit di zona euro untuk bulan Februari. Angka-angka ini akan menjadi tolok ukur untuk aktivitas ekonomi dan sentimen pelaku bisnis yang sangat mempengaruhi dinamika pasangan mata uang dan harapan pasar.

Sementara itu, untuk pound sterling, volatilitas mungkin meningkat karena para trader mengamati setiap indikasi perlambatan dalam ekonomi Inggris. Data yang tidak memuaskan tentang penjualan ritel atau produksi bisa menjadi indikasi berlanjutnya tekanan penjualan. Namun, indikator yang paling penting tetap adalah PMI sektor jasa Inggris. Apabila indeks PMI Sektor Jasa menunjukkan pertumbuhan yang jauh melebihi ekspektasi, ini bisa menjadi dukungan utama bagi pound. Kinerja yang baik di sektor jasa, yang mencakup bidang keuangan, pariwisata, dan sektor penting lainnya, akan menunjukkan ketahanan ekonomi meskipun terdapat kemungkinan kelemahan di sektor lainnya. Dalam situasi tersebut, pound tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga memiliki kemungkinan untuk mengalami pemulihan ringan, sehingga mengurangi kecemasan para trader.

Apabila data sejalan dengan ekspektasi ekonom, akan lebih baik untuk bertindak berdasarkan strategi Mean Reversion. Jika data jauh lebih tinggi atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi ekonom, maka strategi Momentum akan menjadi pilihan yang paling tepat.

Strategi Momentum (Breakout):Untuk Pasangan EUR/USDBeli saat terjadi breakout di 1,1767, yang dapat mendorong kenaikan euro menuju area 1,1790 dan 1,1810;Jual saat terjadi breakout di 1,1745, yang dapat mendorong penurunan euro menuju area 1,1719 dan 1,1697;Untuk Pasangan GBP/USDBeli saat terjadi breakout di 1,3460, yang dapat mendorong kenaikan pound menuju area 1,3489 dan 1,3515;Jual saat terjadi breakout di 1,3432, yang dapat mendorong penurunan pound menuju area 1,3409 dan 1,3384;Untuk Pasangan USD/JPYBeli saat terjadi breakout di 155,35, yang dapat mendorong kenaikan dolar menuju area 155,67 dan 156,07;Jual saat terjadi breakout di 154,95, yang dapat mendorong penurunan dolar menuju area 154,65 dan 154,35;Strategi Mean Reversion (Retracement):Untuk Pair EUR/USDCari posisi jual setelah breakout gagal di atas 1.1775 saat harga kembali turun menembus level ini;Cari posisi beli setelah breakout gagal di bawah 1.1744 saat harga kembali naik menembus level ini;Untuk Pair GBP/USDCari peluang short setelah breakout gagal di atas 1.3466 ketika harga berbalik turun kembali ke bawah level ini;Cari peluang long setelah breakout gagal di bawah 1.3422 ketika harga berbalik naik kembali ke level ini;Untuk Pasangan AUD/USDCari posisi jual setelah false breakout di atas 0.7065, ketika harga berbalik turun menembus kembali level ini;Cari posisi beli setelah false breakout di bawah 0.7023, ketika harga berbalik naik kembali ke level ini;Untuk Pair USD/CADCari peluang short setelah breakout gagal di atas 1.3704 diikuti retracement ke bawah level ini;Cari peluang long setelah breakout gagal di bawah 1.3675 diikuti retracement kembali ke level ini;