Uji level harga 1,1815 terjadi ketika indikator MACD sudah bergerak cukup jauh di bawah garis nol, yang membatasi potensi penurunan pasangan tersebut. Karena alasan ini, saya tidak menjual euro.
Meski laporan indeks IFO dari Jerman cukup kuat, mata uang Eropa tetap menunjukkan kehati-hatian. Para investor kemungkinan khawatir terhadap konteks ekonomi yang lebih luas, termasuk tarif perdagangan dan konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang bisa meniadakan sinyal positif dari satu negara saja. Ekspektasi bisnis di Jerman, meskipun membaik, masih menyiratkan adanya ketidakpastian mengenai prospek ke depan. Survei bisnis mencerminkan bukan hanya kondisi saat ini tetapi juga sentimen masa depan, dan dalam kasus IFO, sekalipun ada perbaikan, angka yang dirilis masih berada di level yang belum mampu menumbuhkan optimisme yang kuat.
Di kemudian hari, pasar menantikan rilis data pesanan pabrik AS, serta pidato Christopher Waller, anggota Federal Open Market Committee. Setiap deviasi dari angka perkiraan dapat memicu volatilitas jangka pendek. Perhatian khusus akan tertuju pada pernyataan Waller. Sebagai bagian dari pimpinan Federal Reserve, ia berpotensi memberikan isyarat mengenai perubahan kebijakan moneter di masa mendatang. Pelaku pasar akan mencermati secara detail setiap ucapannya untuk mencari sinyal yang bisa mengubah ekspektasi terkait langkah The Fed berikutnya. Di tengah ketidakpastian pasar saat ini, dengan pertumbuhan PDB yang melambat tajam, komentar yang sedikit bernada dovish dari pejabat bank sentral saja dapat memicu aksi jual terhadap dolar.
Untuk strategi intraday, saya terutama akan mengandalkan penerapan Skenario No. 1 dan No. 2.
Sinyal Beli
Skenario No. 1: Hari ini, pembelian euro dimungkinkan ketika harga mencapai level 1,1807 (garis hijau pada grafik), dengan target di 1,1831. Pada 1,1831, saya berencana keluar dari pasar dan juga mempertimbangkan untuk melakukan penjualan berlawanan arah, dengan target pergerakan 30–35 poin dari titik entri. Kenaikan euro yang kuat hanya dapat diharapkan setelah rilis data AS yang lemah. Penting: Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai naik dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana membeli euro hari ini jika terjadi dua kali pengujian berurutan pada level 1,1793 ketika indikator MACD berada di zona oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan ini dan berpotensi memicu pembalikan naik. Kenaikan menuju level berlawanan di 1,1807 dan 1,1831 kemudian dapat diharapkan.
Sinyal Jual
Skenario No. 1: Saya berencana menjual euro setelah harga mencapai level 1,1793 (garis merah pada grafik). Targetnya adalah 1,1769, di mana saya berniat keluar dari pasar dan segera membuka posisi beli berlawanan arah (menargetkan pergerakan 20–25 poin dari level tersebut). Tekanan pada pasangan ini akan kembali jika data AS keluar kuat. Penting: Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai turun dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana menjual euro hari ini jika terjadi dua kali pengujian berurutan pada level 1,1807 ketika indikator MACD berada di zona overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan ini dan memicu pembalikan turun. Penurunan menuju level berlawanan di 1,1793 dan 1,1769 kemudian dapat diharapkan.
Penjelasan Grafik
Garis hijau tipis – harga masuk untuk posisi beli instrumen trading.Garis hijau tebal – perkiraan level Take Profit atau area untuk menutup profit secara manual, karena kenaikan harga di atas level ini diperkirakan kecil kemungkinannya.Garis merah tipis – harga masuk untuk posisi jual instrumen trading.Garis merah tebal – perkiraan level Take Profit atau area untuk menutup profit secara manual, karena penurunan harga di bawah level ini diperkirakan kecil kemungkinannya.Indikator MACD – saat masuk pasar, penting untuk mempertimbangkan area overbought dan oversold.Penting
Trader Forex pemula harus mengambil keputusan masuk pasar dengan sangat hati-hati. Sebaiknya menghindari masuk pasar sebelum rilis laporan fundamental utama untuk menghindari pergerakan harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading saat rilis berita, selalu pasang order stop-loss untuk meminimalkan potensi kerugian. Tanpa order stop-loss, Anda bisa dengan cepat kehilangan seluruh deposit—terutama jika Anda tidak menerapkan manajemen modal yang tepat dan melakukan trading dengan volume besar.
Ingat, trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Keputusan spontan yang hanya didasarkan pada kondisi pasar saat ini pada dasarnya adalah strategi yang merugikan bagi intraday trader.