NASDAQ100 (NDX): Black Monday dan prospek yang tidak pasti

*) lihat juga: Indikator trading InstaForex untuk NASDAQ100 (NDX)

Pasar saham AS kembali memasuki periode volatilitas yang meningkat. Setelah "Black Monday", ketika ketiga indeks utama turun lebih dari 1%, kontrak berjangka DJIA, S&P 500, dan Nasdaq100 stabil dan menunjukkan kenaikan tipis dalam sesi Asia pada hari Selasa. Namun, gambaran fundamental tetap sangat tidak pasti: pasar berada di antara dua kekuatan besar — perkembangan pesat artificial intelligence (AI) dan kembalinya perang dagang.

Situasi saat ini: pukulan ganda bagi pasar

Sesi perdagangan 23 Februari 2026 dapat dikarakterisasi sebagai satu lagi hari penjualan besar-besaran:

· Dow Jones turun 1,66% ke 48.805,00

· S&P 500 melemah 1,04% ke 6.848,00

· Nasdaq Composite kehilangan 1,13%, ditutup pada 24.745,00 setelah sempat turun ke 24.627,00.

Volume perdagangan mencapai 18,39 miliar saham, di bawah rata-rata 20 hari, yang menandakan kehati-hatian investor. Pemicu utama penurunan ini adalah kekhawatiran yang kembali mencuat bahwa perkembangan AI yang sangat cepat dapat mengganggu seluruh sektor industri. Investor bereaksi terhadap berita dari Anthropic, yang meluncurkan alat pemrograman baru — Claude Cowork — yang mampu mengotomatisasi tugas-tugas kompleks.

Dampaknya sangat merusak bagi sejumlah perusahaan:

· IBM anjlok 13,15% — penurunan harian terbesar sejak tahun 2000. Pasar memandang alat AI baru tersebut sebagai ancaman langsung bagi bisnis inti mainframe dan perangkat lunak korporat IBM.

· American Express turun 7,2% setelah sebuah riset menyoroti risiko gelombang besar PHK di sektor keuangan akibat AI.

· Sektor keuangan secara keseluruhan melemah 3,3%, dan saham perusahaan perangkat lunak turun 4,3%.

US Bank Wealth Management mengungkapkan keadaan kemarin dengan menyatakan bahwa diskusi mengenai AI memiliki dua aspek — berapa besar biayanya, dan siapa yang akan terpengaruh? Pasar merespons berita dengan cara "jual terlebih dahulu, baru kemudian bertanya", melakukan trading berdasarkan kemungkinan hasil di masa depan daripada peristiwa yang telah terjadi.

Keadaan ini semakin rumit dengan munculnya sebuah laporan dari Citrini Research berjudul "Krisis Intelijen Global 2028. " Dalam dokumen spekulatif tersebut, digambarkan sebuah skenario khayalan di mana penerapan AI secara besar-besaran memicu pergeseran signifikan dalam pekerjaan kelas atas dan tingkat pengangguran dapat meningkat hingga 10% pada bulan Juni 2028. Meskipun bersifat fiksi, laporan tersebut menimbulkan kepanikan yang nyata.

Di sisi lain, pasar juga mencoba memahami konsekuensi dari keputusan penting Mahkamah Agung AS. Pada hari Jumat, pengadilan memutuskan bahwa Presiden Trump telah melampaui batas ketika menerapkan tarif balasan berdasarkan kekuasaan darurat ekonomi (IEEPA).

Tanggapan Trump langsung dan tegas: ia mengumumkan tarif universal sebesar 15% untuk seluruh impor berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974 dan mengancam akan mengenakan bea tambahan sektoral untuk setidaknya enam industri.

Tanggapan internasional muncul dengan cepat: Uni Eropa menunda ratifikasi perjanjian perdagangan dengan AS karena tarif baru tersebut dianggap melanggar kesepakatan; India menangguhkan pembicaraan perdagangan yang telah direncanakan; dan Inggris memperingatkan kemungkinan tindakan balasan.

Sektor logistik kembali mengalami dampak dari badai musim dingin besar yang mengganggu lalu lintas udara di wilayah Timur Laut AS. Di bandara-bandara New York, antara 89% hingga 98% penerbangan dibatalkan, menyebabkan saham maskapai penerbangan dan sektor perjalanan turun masing-masing 3,8% dan 3,7%.

Menjelang sesi AS hari ini, seperti disebutkan di atas, futures ekuitas AS menunjukkan tanda-tanda stabilisasi: futures S&P 500 naik 0,1%–0,3% ke kisaran 6.850,00–6.860,00, dan futures Nasdaq 100 naik 0,1%–0,4% ke kisaran 24.800,00–24.830,00. Namun, stabilisasi ini sebagian besar bersifat teknikal—investor mencoba membeli aset yang harganya sudah terdiskon setelah aksi jual besar-besaran, bukannya mencerminkan perubahan sentimen negatif yang mendasarinya.

Indeks fear and greed para investor tetap berada di zona "fear" pada level 38 (dari 100), dan indeks pasar crypto yang serupa jatuh lebih dalam ke zona "extreme fear," turun ke 11 dari 14 kemarin dan 13 sepekan lalu.

Outlook: tiga faktor kunci

1. Laporan Nvidia: peristiwa utama pekan ini

Pada hari Rabu, 25 Februari, Nvidia, produsen chip AI terkemuka, akan menyampaikan laporan hasil kuartal keempatnya. Pasar menganggap momen ini sebagai ujian penting untuk seluruh sektor teknologi. Dengan kontribusi Nvidia yang hampir 8% terhadap S&P 500, performa perusahaan ini bisa mempengaruhi arah pasar dalam beberapa minggu ke depan. Jika laporannya bagus, keraguan mengenai keberlanjutan pertumbuhan AI dapat teratasi; namun, hasil yang mengecewakan bisa memperburuk tekanan jual.

2. Kebijakan perdagangan: mencari keseimbangan

Ketidakpastian hukum seputar tarif baru masih berlangsung. Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan tindakan lebih lanjut berdasarkan Pasal 232 dari Trade Expansion Act of 1962, yang memberikan jalur terpisah untuk kebijakan proteksionis. Namun, banyak ekonom berpendapat bahwa tindakan ini mungkin akan menghadapi tantangan hukum tambahan dan bisa saja lebih merupakan strategi taktis untuk memperpanjang waktu.

Perlu dicatat bahwa alat CME FedWatch menunjukkan hampir 96,0% kemungkinan bahwa The Fed akan menjaga suku bunga tetap pada bulan Maret, dan ketidakpastian perdagangan yang ada saat ini belum mengubah ekspektasi tersebut.

3. Sentimen konsumen: tolok ukur kesehatan ekonomi

Hari ini pukul 15.00 GMT, Conference Board akan merilis indeks keyakinan konsumen untuk bulan Februari. Konsensus pasar memperkirakan kenaikan dari 84,5 menjadi 87,6, yang dapat mendukung dolar dan pasar secara lebih luas. Mengingat belanja konsumen menyumbang sekitar 70% dari PDB AS, para investor akan memantau indikator ini dengan saksama.

Seperti yang disarankan sejumlah pusat riset investasi, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil jarak, mengurangi risiko, dan menunggu hingga pasar menyelesaikan fase konsolidasinya. Tren naik yang berkelanjutan akan membutuhkan kepemimpinan dari saham-saham teknologi.

Level kunci yang perlu diperhatikan:

· S&P 500: resistensi 6.875,00 (EMA200 pada grafik 1 jam), support 6.800,00

· DJIA: resistensi 49.150,00, support 48.750,00

· Nasdaq100: resistensi 24.860,00 (EMA200 pada grafik 1 jam) – 25.000,00, support 24.600,00

*) lihat juga NDX (NASDAQ100): skenario dinamis untuk 24.02.2026.

Kesimpulan

Pasar saham AS, khususnya sektor teknologi, berada di persimpangan jalan. Situasi saat ini merupakan kombinasi dari sejumlah faktor unik: di satu sisi, kemajuan nyata dalam AI menimbulkan pertanyaan eksistensial bagi seluruh industri; di sisi lain, ketidakpastian politik terkait kebijakan perdagangan melemahkan kepercayaan investor.

Prospek jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh tiga peristiwa kunci:

· laporan Nvidia pada hari Rabu—sebagai tolok ukur utama bagi sektor AI

· respons internasional terhadap inisiatif tarif baru AS

· data makro, termasuk rilis data kepercayaan konsumen hari ini

Investor harus siap menghadapi fluktuasi tinggi yang terus-menerus dalam situasi apa pun. Strategi "beli dan simpan" kini mengalami tantangan, dan banyak ahli ekonomi menyarankan untuk mengurangi risiko sambil menanti petunjuk arah yang lebih jelas. Selama saham teknologi tidak menunjukkan ketahanan dan kebijakan perdagangan belum menjadi lebih terprediksi, pasar kemungkinan akan terus dalam keadaan menghindari risiko dengan upaya perbaikan teknis yang muncul dari waktu ke waktu.