WTI. Analisis harga. Perkiraan. Ketegangan di Timur Tengah meningkatkan harga minyak

Harga minyak US West Texas Intermediate (WTI) menguat kembali setelah sempat turun di tengah sesi trading Asia dan kini mendekati level $74 per barel. Harga terus mendapat dukungan di tengah eskalasi besar-besaran konflik di Timur Tengah.

Pada hari Sabtu, pasukan AS dan Israel melakukan serangan terkoordinasi terhadap Iran yang menurut laporan menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai tanggapan, Teheran meluncurkan serangkaian roket yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS dan area sipil berpenduduk di negara-negara sekutu Washington. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer akan berlanjut selama diperlukan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan di salah satu wilayah penghasil minyak utama dunia.

Dukungan tambahan bagi kenaikan harga muncul setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan akan menghentikan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz — jalur perairan strategis yang menampung lebih dari 20% aliran minyak dunia yang dikirim lewat laut. Potensi blokade di rute tersebut memperbesar kekhawatiran akan ketidakseimbangan pasar dan kemungkinan gangguan ekspor, sehingga mendorong harga lebih tinggi.

Kendati demikian, dampak faktor geopolitik sebagian diimbangi oleh keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari, yang membatasi potensi kenaikan lebih lanjut bagi harga minyak.

Pada saat yang sama, penguatan dolar AS — yang didukung oleh permintaan aset safe haven dan penyesuaian kembali ekspektasi terhadap siklus pelonggaran yang lebih agresif oleh Federal Reserve — terus menekan komoditas yang dihargakan dalam dolar, sehingga membatasi kemampuan kubu bullish untuk mendorong harga naik secara signifikan. Dari perspektif teknikal, target kubu bullish adalah simple moving average 200 hari pada grafik mingguan.

Perlu dicatat bahwa oscillator grafik harian berada di area overbought, yang mengindikasikan koreksi atau konsolidasi dalam jangka pendek kemungkinan akan terjadi.