Pasangan mata uang GBP/USD melanjutkan koreksi naiknya pada hari Rabu, yang sudah dimulai sejak hari Selasa. Namun, jika melihat pergerakan harga pada timeframe satu jam atau 5 menit, gambarnya mungkin terlihat cukup mengganggu. Selama sesi perdagangan Eropa, harga bergerak naik dengan keyakinan yang relatif kuat. Apa yang kemudian terjadi pada sesi Amerika bisa dibilang mengkhawatirkan. Pergerakannya terasa seolah-olah pound sterling "menggulung" di ladang yang sudah dibajak jika dilihat dari pola geraknya. Seperti biasa, pasar sama sekali tidak mengindahkan rilis data ADP dan ISM dari AS, dan hal ini tidak mengherankan. Para pelaku pasar belakangan ini dengan tekun mengabaikan banyak laporan, peristiwa, dan berita. Dalam satu setengah hari terakhir, yang kita lihat baru sebatas jeda dalam penurunan pasangan GBP/USD. Belum ada kepastian bahwa tren penurunan sudah berakhir.
Dari sudut pandang teknikal, timeframe satu jam memang menunjukkan adanya tren, tetapi belum ada patokan teknis yang jelas. Saat ini, pembentukan garis tren atau channel masih belum memungkinkan. Selain itu, harga mungkin terus naik selama beberapa hari ke depan, lalu berbalik turun tajam pada rilis Nonfarm Payrolls hari Jumat atau data pengangguran. Atau justru sebaliknya. Tidak ada yang tahu bagaimana situasi di Timur Tengah akan berkembang dan ke benua mana lagi perang ini mungkin meluas. Pasar beroperasi dalam kondisi ketidakpastian penuh dan hanya bereaksi terhadap peristiwa yang muncul secara real time. Memprediksi apa pun nyaris mustahil.
Pada timeframe 5 menit, beberapa sinyal trading berhasil diidentifikasi. Dua sinyal yang cukup layak terbentuk selama sesi Eropa. Pada awalnya, harga memantul dengan akurat dari level 1,3307, lalu dari area 1,3369–1,3377. Setelah itu, pergerakan yang "normal" berakhir dan harga seolah-olah terjebak di dalam "mesin penggiling daging".
Laporan COTLaporan COT untuk pound Inggris menunjukkan bahwa sentimen di kalangan trader komersial telah berubah secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Garis merah dan biru yang merepresentasikan posisi bersih trader komersial dan nonkomersial sering kali saling berpotongan dan sebagian besar berada dekat dengan garis nol. Saat ini, kedua garis tersebut saling mendekat, dengan dominasi trader nonkomersial dengan ... penjualan. Baru-baru ini, para spekulan secara aktif meningkatkan posisi beli, tetapi mereka belum berhasil masuk ke zona dominasi.
Dolar terus melemah akibat kebijakan Donald Trump, sebagaimana terlihat jelas pada timeframe mingguan (ilustrasi di atas). Perang dagang akan berlanjut dalam satu dan lain bentuk untuk waktu yang lama, dan The Fed pada akhirnya akan menurunkan suku bunga dalam 12 bulan ke depan. Permintaan terhadap dolar, bagaimanapun juga, akan menurun. Menurut laporan COT terbaru (tanggal 24 Februari) terkait pound Inggris, kelompok "Nonkomersial" menutup 14.800 kontrak beli dan 100 kontrak jual. Dengan demikian, posisi bersih trader nonkomersial kembali turun sebanyak 14.700 kontrak dalam sepekan.
Pada 2025, pound menguat secara signifikan, tetapi penting untuk dipahami bahwa hal ini disebabkan oleh satu faktor tunggal—kebijakan Trump. Setelah faktor ini terselesaikan, dolar mungkin mulai menguat. Namun, belum diketahui kapan hal itu akan terjadi.
Analisis GBP/USD Grafik 1 JamPada timeframe per jam, pasangan GBP/USD sebelumnya berpotensi berbalik membentuk tren naik, tetapi faktor geopolitik telah menyeret pound Inggris ke dalam spiral penurunan. Terlepas dari pelemahan tajam pasangan ini pada Februari dan Maret, kami masih menganggapnya sebagai koreksi. Timeframe harian dengan yakin tetap mengindikasikan keberlanjutan tren naik. Sayangnya, geopolitik sangat sulit diprediksi dan dapat mengubah sentimen pasar secara drastis, seperti yang kita saksikan saat ini.
Untuk 5 Maret, kami mengidentifikasi level-level penting berikut: 1,3096-1,3115, 1,3201-1,3212, 1,3307, 1,3369-1,3377, 1,3437, 1,3533-1,3548, 1,3615, 1,3671-1,3681, 1,3751-1,3763. Garis Senkou Span B (1,3545) dan Kijun-sen (1,3402) juga dapat berfungsi sebagai sumber sinyal. Disarankan untuk memindahkan order Stop Loss ke titik impas jika harga bergerak ke arah yang benar sebesar 20 pip. Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, dan hal ini perlu diperhitungkan saat menentukan sinyal trading.
Pada hari Kamis, tidak ada peristiwa penting yang dijadwalkan di Inggris, sementara di AS akan dirilis laporan klaim pengangguran. Laporan ini sering kali kurang mendapat perhatian dari para trader, bahkan di masa yang tenang, dan hari ini kemungkinan besar juga tidak akan banyak diperhatikan.
Rekomendasi Trading:Hari ini, trader dapat membuka posisi jual baru dengan target di 1,3307 dan 1,3201-1,3212 jika pasangan ini memantul dari area 1,3369-1,3377. Posisi beli akan relevan dengan target pada garis Kijun-sen dan level 1,3437 jika harga menembus area 1,3369-1,3377.
Penjelasan untuk Ilustrasi: Level-level Harga Support dan Resistance – garis tebal merah tempat pergerakan berpotensi berakhir. Ini bukan sumber sinyal trading.Garis Kijun-sen dan Senkou Span B – garis dari indikator Ichimoku yang dipindahkan dari timeframe empat jam ke timeframe satu jam. Garis-garis ini dianggap kuat.Level Extremum – garis tipis merah menunjukkan tempat dimulainya pantulan harga sebelumnya. Ini adalah sumber sinyal trading.Garis Kuning – garis tren, channel tren, dan pola teknikal lainnya.Indikator 1 pada Grafik COT – ukuran posisi bersih dari setiap kategori trader.