Dolar terus menguat terhadap euro, pound, dan aset berisiko lainnya, meskipun data perekonomian Amerika menunjukkan pelemahan.
Perlu dicatat bahwa meskipun ada kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi, data inflasi menunjukkan ketahanan, tetap berada pada level yang, menurut banyak pihak, belum memerlukan intervensi langsung dari Federal Reserve, tetapi sudah mulai menimbulkan masalah bagi komite. Di satu sisi, indikator ekonomi yang lemah biasanya berdampak negatif terhadap nilai tukar dolar. Di sisi lain, inflasi yang stabil dapat mencegah Fed mengambil langkah tegas untuk merangsang perekonomian, yang pada gilirannya dapat memberikan dukungan bagi dolar dalam jangka pendek. Para trader tampaknya menafsirkan situasi saat ini sebagai sinyal untuk optimisme yang hati-hati. Mereka mungkin memperkirakan bahwa perekonomian Amerika dapat mengatasi kesulitan sementara yang timbul akibat konflik dengan Iran dan kembali ke laju pertumbuhan dalam waktu yang dapat diperkirakan.
Hari ini tidak ada rilis data dari zona euro pada paruh pertama hari, sehingga pasangan EUR/USD berpotensi melanjutkan penurunan. Ketiadaan berita ekonomi penting dapat menguatkan sentimen pasar yang sudah terbentuk, sehingga tren saat ini dapat berlanjut tanpa koreksi yang berarti. Para pembeli euro, yang dibuat khawatir oleh perang di Teluk Persia, mengambil sikap menunggu dan melihat dan enggan melakukan pembelian agresif di tengah ketidakpastian dan ketiadaan pemicu pertumbuhan baru. Pada saat yang sama, sentimen bearish terhadap pasangan ini, yang sebelumnya cukup aktif, dapat kembali mendapatkan dorongan.
Selain itu, hari ini juga tidak ada rilis data dari Inggris, sehingga koreksi naik yang sedang berlangsung pada pound yang terlihat selama sesi perdagangan Asia bisa menghadapi hambatan. Tidak adanya data makroekonomi terbaru dari Inggris membuat pasar kekurangan katalis baru untuk penguatan mata uang Inggris, sehingga pound tetap rentan terhadap potensi koreksi.
Strategi Momentum (Breakout):Untuk Pasangan EUR/USDPosisi long pada breakout level 1.1453 dapat mendorong kenaikan euro ke area 1,1487 dan 1,1527;
Posisi short pada breakout level 1.1420 dapat memicu penurunan euro ke area 1,1385 dan 1,1347;
Untuk Pasangan GBP/USDPosisi long pada breakout level 1,3266 dapat mendorong kenaikan pound ke area 1,3290 dan 1,3330;
Posisi short pada breakout level 1,3245 dapat memicu penurunan pound ke area 1,3215 dan 1,3175;
Untuk Pasangan USD/JPYPosisi long pada breakout level 159.47 dapat mendorong kenaikan dolar ke area 159,74 dan 159,94;
Posisi short pada breakout level 159.18 dapat memicu penurunan dolar ke area 158,81 dan 158,53;
Strategi Mean Reversion (Pullback):Saya akan mencari posisi short setelah false breakout di atas 1,1460 ketika harga kembali bergerak di bawah level ini;
Saya akan mencari posisi long setelah false breakout di bawah 1,1425 ketika harga kembali bergerak ke level ini;
Saya akan mencari posisi sell setelah false breakout di atas 1,3274 dan harga kembali turun ke bawah level ini;
Saya akan mencari posisi buy setelah false breakout di bawah 1,3230 dan harga kembali naik ke level ini;
Saya akan mencari posisi jual setelah breakout gagal di atas 0,7031 ketika harga kembali turun di bawah level ini;
Saya akan mencari posisi beli setelah breakout gagal di bawah 0,7002 ketika harga kembali naik ke level ini;
Saya akan mencari posisi jual setelah terjadinya failed breakout di atas 1,3279 dan harga kembali turun ke bawah level ini;
Saya akan mencari posisi beli setelah terjadinya failed breakout di bawah 1,3700 dan harga kembali naik ke level ini;