Emas (XAU/USD) terus terkoreksi dari simple moving average (SMA) 100 hari. Di tengah sikap hawkish yang berkelanjutan dari bank-bank sentral global dan menguatnya dolar AS—yang secara tradisional menekan aset safe haven tanpa imbal hasil—potensi untuk pemulihan yang kuat tetap terbatas.
Terlepas dari pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan gencatan senjata, Iran secara terbuka membantah adanya kemajuan dalam negosiasi, dengan menegaskan bahwa tidak ada kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan pihak lawan. Selain itu, Teheran menolak menerima proposal gencatan senjata 15 poin dari AS dan justru mengajukan serangkaian syarat yang luas untuk menyelesaikan konflik yang memanas di Timur Tengah. Penempatan tambahan pasukan AS di kawasan tersebut meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut, memperkuat dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia dan memberikan tekanan turun pada harga emas.
Pada saat yang sama, sektor energi Iran terus menghadapi tekanan, sementara penutupan efektif Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak. Harga minyak yang lebih tinggi memperkuat kekhawatiran inflasi dan mengukuhkan ekspektasi bahwa bank sentral utama, termasuk Federal Reserve AS, akan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat. Pasar sebagian besar telah meninggalkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed—sebaliknya, proyeksi kenaikan suku bunga yang mungkin terjadi pada akhir tahun justru meningkat.
Kenaikan imbal hasil obligasi US Treasury semakin mendukung penguatan dollar dan membatasi permintaan terhadap emas. Meski demikian, XAU/USD tetap sangat sensitif terhadap faktor geopolitik, dan volatilitas yang tinggi diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa sesi mendatang—terutama di tengah spekulasi mengenai kemungkinan operasi darat AS untuk mengambil alih kendali terminal minyak Iran yang penting di Pulau Kharg.
Dari perspektif teknikal, emas masih berada di bawah tekanan, dengan indikator oscillator berada di wilayah negatif. Namun, perlu dicatat bahwa Relative Strength Index (RSI) telah keluar dari zona oversold, yang mengindikasikan kelanjutan penurunan. Pada saat yang sama, Simple Moving Average (SMA) 100 hari dan 200 hari yang utama masih bergerak naik. Hal ini menunjukkan bahwa, dalam pandangan yang lebih luas, emas belum siap untuk mencatatkan penurunan signifikan, dan tren penurunan yang terjadi kemungkinan hanya bersifat jangka pendek.