Pada Kamis ini, pasangan USD/JPY mengincar level tertinggi hari Senin di kisaran 159,70. Yen Jepang (JPY) tetap melemah di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi—yang didorong oleh perang di Timur Tengah—akan meningkatkan tekanan pada neraca perdagangan Jepang dan memperburuk prospek ekonomi jangka menengahnya. Harga minyak yang terus tinggi juga memicu inflasi dan menciptakan skenario stagflasi klasik, sehingga membuat Bank of Japan semakin sulit menormalkan kebijakan moneter. Dalam konteks ini, yang dipadukan dengan prospek bullish yang luas untuk dolar AS, USD/JPY mendapat tambahan dukungan.
Pada saat yang sama, kekhawatiran mengenai kemungkinan intervensi valuta asing oleh otoritas Jepang mencegah para pelaku pasar menambah posisi jual yen secara agresif dan membatasi potensi kenaikan lebih lanjut pada harga spot.
Dari perspektif teknikal, indikator oscilator berada di zona positif, dan harga diperdagangkan di atas seluruh moving average, yang mengonfirmasi bias bullish. Target terdekat adalah level tertinggi hari Senin, diikuti oleh level tertinggi bulan Maret. Support diperkirakan berada di EMA 9 dan 14 hari, kemudian di SMA 20 hari dan level psikologis 158,00.