GBP/USD. Analisis Harga. Prakiraan. Ketegangan di Timur Tengah Menjaga Selera Risiko Tetap Rapuh

Pada hari Kamis, pasangan GBP/USD tetap berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian geopolitik terkait eskalasi di Timur Tengah. Seiring dengan meningkatnya retorika Presiden Donald Trump terhadap Iran, pasar mengantisipasi langkah-langkah lanjutan dari Washington dalam upaya mencapai kesepakatan. Data ketenagakerjaan AS yang kuat mendukung keseimbangan kekuatan saat ini, di mana faktor geopolitik tetap menjadi pendorong utama.

Pasangan ini melemah di tengah meningkatnya ketegangan, seiring menguatnya permintaan terhadap dolar AS.

Investor menyesuaikan selera risiko mereka setelah pernyataan baru Trump, yang menekankan bahwa Iran "harus segera menyikapi situasi ini dengan serius" selagi masih ada waktu. Ia juga mencatat bahwa para negosiator Iran "bersikap berbeda": secara pribadi sangat ingin mencapai kesepakatan namun di depan umum tetap berhati-hati. Sementara itu, Axios melaporkan bahwa Pentagon tengah bersiap untuk kemungkinan operasi penentuan terhadap Iran, yang dapat melibatkan pengerahan pasukan darat.

Dolar AS tetap tangguh, terutama berkat dinamika positif di pasar minyak. Harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari 2,7%, mencapai $93,85 per barel.

Indeks dolar (DXY), yang mencerminkan nilainya terhadap sekeranjang enam mata uang, telah naik mendekati level 100.

Kenaikan harga minyak semakin meningkatkan kekhawatiran pasar: pelaku pasar khawatir akan terjadinya intensifikasi guncangan energi akibat konflik di Timur Tengah, yang dapat mendorong naik harga bensin dan gas alam. Akibatnya, skenario utama bagi para investor adalah berlanjutnya kebijakan moneter ketat oleh bank sentral, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga, terutama di tengah melambatnya aktivitas bisnis dan risiko peralihan ke fase stagflasi.

Data makro terbaru dari AS menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja: jumlah klaim awal tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 21 Maret tercatat 210 ribu, naik dari 205 ribu pada pekan sebelumnya, sesuai dengan perkiraan analis. Angka ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan terus berfokus pada pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga.

Untuk mengidentifikasi peluang trading dengan lebih baik, fokuslah pada pidato-pidato Trump.

Dari sudut pandang teknikal, tren jangka pendek cenderung bearish secara moderat, karena harga tetap berada di bawah semua simple moving averages dan hampir menyentuh level psikologis 1,3300. Jika harga tidak mampu bertahan di level ini, support berikutnya akan berada di 1,3250, disusul oleh level terendah bulan Maret.

Agar kubu bullish dapat memulihkan kerugian, mereka terlebih dahulu perlu menembus SMA 20 hari, lalu kembali merebut level psikologis 1,3400, di mana SMA 100 hari berada. Di atasnya, terdapat SMA 200 hari dan SMA 50 hari. Hanya setelah itu bull akan kembali menguasai pasar.

Namun, selama oscillator tetap berada di area negatif, kubu bearish masih memegang kendali atas pasar.