Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan tren penurunan pada hari Senin, mirip dengan yang terjadi hampir sepanjang minggu sebelumnya. Lima hari terakhir di pasar menunjukkan dengan jelas situasi yang terjadi di dunia dan di pasar forex saat ini. Apakah masih ada keraguan bahwa penyebab utama kuatnya dolar AS dan anjloknya pasangan EUR/USD adalah faktor-faktor geopolitik? Selain itu, tidak ada berita buruk yang signifikan dari Timur Tengah pada akhir pekan maupun pada hari Senin. Dengan kata lain: Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan, meninggalkan satu pertanyaan dalam pikiran pelaku pasar: apakah Presiden AS sedang bercanda atau ia serius?
Dalam satu hari, Trump memberikan peringatan kepada Iran bahwa jika negara tersebut tidak membuka kembali Selat Hormuz, ia akan merusak seluruh infrastruktur energi, sistem pengolahan air limbah, dan infrastruktur lain di negara itu, serta mengambil alih pulau Kharg, yang merupakan jalur ekspor untuk sekitar 90% minyak Iran. Di hari yang sama, Trump juga mengungkapkan bahwa negosiasi berlangsung baik dan Teheran telah menyetujui sebagian besar syarat dari Washington.
Dari perspektif teknis, penurunan pasangan ini sepenuhnya dapat dipahami. Setelah harga menembus garis-garis indikator Ichimoku dan garis tren, penurunan ini menjadi hal yang wajar. Tren telah kembali berbalik menjadi bearish, dan sudah lama kita tidak melihat tren naik bahkan pada time frame satu jam.
Pada time frame 5 menit di hari Senin, tidak ada sinyal trading yang muncul. Selama sesi perdagangan Eropa, harga hanya mendekati garis Senkou Span B hingga tiga pip, tetapi tidak mengujinya. Ruang untuk euro terlalu besar untuk membuka posisi jual.
Laporan COTLaporan COT terbaru bertanggal 24 Maret. Ilustrasi untuk timeframe mingguan dengan jelas menunjukkan bahwa posisi neto pelaku pasar non-komersial masih bullish, tetapi menurun dengan cepat di tengah perkembangan geopolitik. Para trader secara masif menjual euro dan beralih ke dolar AS. Kebijakan Trump tidak berubah, tetapi dolar kembali berperan sebagai "mata uang cadangan", yang memicu lonjakan tajam minat beli.
Kami masih belum melihat faktor fundamental yang mampu menguatkan euro. Namun, masih cukup banyak faktor yang menekan dolar AS. Perang di Timur Tengah membuat dolar sementara menjadi sangat menarik, tetapi ketika faktor ini mereda, situasi bisa kembali normal. Dalam jangka panjang, euro bisa turun ke 1,06 (garis tren), tetapi tren naik masih akan tetap relevan.
Posisi garis merah dan biru pada indikator masih menunjukkan terjaganya tren bullish. Selama minggu pelaporan terakhir, jumlah posisi long dalam kelompok "Non-commercial" berkurang sebesar 12.800, sementara jumlah posisi short turun 1.000. Akibatnya, posisi neto turun 11.800 kontrak hanya dalam satu minggu.
Analisis EUR/USD 1HPada timeframe per jam, pasangan EUR/USD mulai membentuk tren turun yang baru setelah menembus garis tren. Eskalasi baru di Timur Tengah, guncangan baru di pasar minyak atau gas, atau meluasnya konflik ke luar kawasan Timur Tengah dapat memicu gelombang pembelian dolar yang baru, namun bahkan tanpa kondisi-kondisi tersebut, kinerja dolar saat ini sudah cukup baik.
Pada 31 Maret, kami mengidentifikasi level-level berikut untuk aktivitas trading: 1,1234; 1,1274; 1,1362; 1,1426; 1,1542; 1,1615–1,1625; 1,1657–1,1666; 1,1750–1,1760; 1,1830–1,1837, serta garis Senkou Span B (1,1525) dan Kijun-sen (1,1539). Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, dan hal ini perlu diperhitungkan saat menentukan sinyal trading. Jangan lupa untuk memasang order stop-loss pada titik impas jika harga bergerak ke arah yang benar sejauh 15 pip. Langkah ini akan melindungi dari potensi kerugian jika sinyal ternyata keliru.
Pada hari Selasa, data inflasi Maret di Zona Euro akan dipublikasikan, yang secara wajar dapat dianggap sebagai indikator kunci hari itu. Namun, apakah pasar akan bereaksi terhadap data ini masih menjadi tanda tanya besar. Inflasi di Jerman sudah melonjak ke 2,7%, sehingga kemungkinan besar kita akan melihat kenaikan serupa di seluruh Uni Eropa. Pada April, kami mengantisipasi ECB akan memperketat kebijakan moneter.
Rekomendasi Trading:Pada hari Selasa, trader dapat mempertimbangkan posisi jual jika harga terkonsolidasi di bawah 1,1426, dengan target di 1,1362. Posisi beli dapat dibuka dengan target 1,1525 jika harga memantul dari 1,1426.
Penjelasan Untuk Ilustrasi:Level Support dan Resistance (garis warna merah tebal): Area kunci di mana pergerakan harga mungkin terhenti. Level ini bukan merupakan sumber sinyal trading.Garis Kijun-sen dan Senkou Span B: Garis indikator Ichimoku yang dipindahkan dari time frame H4 ke grafik per jam, garis ini fungsinya adalah menunjukkan level yang kuat.Level Ekstrem (garis warna merah tipis): Titik di mana harga sebelumnya telah memantul. Kedua level ini dapat berfungsi sebagai sumber sinyal trading.Garis Warna Kuning: Garis tren, kanal, atau pola teknis lainnya.Indikator 1 di dalam Grafik COT: Mencerminkan ukuran net position dari setiap kategori trader.