Emas (XAU/USD) perlahan mundur dari level tertinggi satu setengah minggu yang tercatat sebelumnya pada hari Selasa, bergerak sedikit di atas level $4.550 sambil tetap membukukan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut.
Pemicu koreksi harga minyak adalah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump bersedia menangguhkan operasi militer terhadap Iran, bahkan jika lalu lintas melalui Selat Hormuz tetap sangat terbatas. Hal ini meredakan kekhawatiran inflasi dan memicu penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang mendorong aksi ambil untung pada dolar dan mendukung sektor komoditas, termasuk emas.
Namun, prospek diplomatik tetap sangat rapuh: Iran sekali lagi menyatakan ketidakbersediaannya untuk terlibat dalam negosiasi langsung dengan Washington, sehingga membatasi potensi penyelesaian cepat konflik tersebut. Sumber ketidakpastian tambahan adalah terus meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan, yang mengurangi ekspektasi untuk deeskalasi dalam waktu dekat. Perkembangan ini dapat menopang harga minyak, meningkatkan risiko inflasi, dan mempertahankan kondisi bagi sikap kebijakan moneter yang lebih ketat oleh bank sentral, termasuk Federal Reserve AS.
Pada saat yang sama, ekspektasi periode berkepanjangan suku bunga tinggi membatasi potensi kenaikan emas. Pelaku pasar, jika dilihat dari posisi mereka, pada dasarnya telah merevisi proyeksi terkait pemangkasan suku bunga Fed dan semakin memasukkan kemungkinan kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun. Dinamika ini memperkuat permintaan terhadap dolar dan menghambat emas untuk membentuk tren kenaikan yang berkelanjutan.
Dalam kondisi ini, investor memilih sikap menunggu dan mencermati, menilai apakah pembeli mampu mempertahankan harga di atas level-level support teknikal kunci, termasuk simple moving average (SMA) 200 hari di sekitar $4.100 dan level terendah empat bulan yang tercatat pekan lalu. Trader memusatkan perhatian pada rilis data lowongan kerja JOLTS dan indeks kepercayaan konsumen Conference Board yang akan datang. Bersama dengan pidato para pejabat FOMC, data ini dapat memengaruhi arah pergerakan dolar dan membentuk tren jangka pendek untuk harga emas.
Meski demikian, perkembangan geopolitik tetap menjadi pendorong utama volatilitas pasar dan terus memainkan peran penentu dalam permintaan terhadap aset-aset safe haven.
Dari sudut pandang teknikal, prospek jangka pendek cenderung bearish dengan hati-hati., karena harga emas diperdagangkan di bawah SMA 100 hari. Namun, SMA 200 hari terus bergerak naik, memperkuat struktur bullish jangka panjang meski sedang terjadi koreksi. RSI (Relative Strength Index) telah pulih dari wilayah jenuh jual, tetapi selama oscilator tetap negatif, pihak bullish masih kekurangan kekuatan yang memadai.