Pengujian level harga 158,41 terjadi ketika indikator MACD sudah turun cukup jauh dari level nol, yang membatasi potensi penurunan pasangan tersebut. Pengujian kedua terhadap level 158,41 memungkinkan penerapan Skenario Beli #2 untuk dolar, yang menghasilkan kenaikan pasangan ini hingga sekitar 158,82.
Sesi perdagangan sebelumnya ditandai dengan berlanjutnya tren menurun pada aset berisiko. Hal ini terjadi sebagai respons terhadap data ekonomi AS yang kuat dan pernyataan ambigu dari Presiden AS Donald Trump. Dalam pidatonya kepada publik, pemimpin Amerika tersebut awalnya menyampaikan optimisme terhadap kemungkinan segera berakhirnya konflik militer di Iran. Namun, ia kemudian menambahkan bahwa Amerika Serikat berencana melancarkan serangan baru terhadap Iran dalam waktu dekat. Karena khawatir akan eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah, para investor mulai mengalihkan modal ke instrumen yang lebih aman, sambil menjual yen Jepang, karena sinyal yang saling bertentangan dari sosok penting seperti presiden AS menciptakan volatilitas besar dan mempersulit upaya memprediksi tren pasar, yang pada akhirnya memengaruhi sentimen investor secara global.
Data hari ini yang menunjukkan kontraksi tajam sebesar 11% pada monetary base Jepang juga memberikan tekanan ringan terhadap yen terhadap dollar.
Untuk strategi intraday, saya akan fokus pada penerapan Skenario Beli #1 dan #2.
Skenario #1: Saya berencana membeli USD/JPY hari ini ketika harga mencapai titik masuk di sekitar 159,48 (garis hijau pada grafik) dengan target kenaikan ke level 159,97 (garis tebal hijau pada grafik). Di 159,97, saya berencana menutup posisi beli dan membuka posisi jual (mengantisipasi pergerakan berlawanan sekitar 30–35 pip dari level tersebut). Akan lebih baik kembali beli pasangan ini saat terjadi koreksi dan pullback signifikan pada USD/JPY. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari level tersebut.
Skenario #2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada harga 159,19 ketika indikator MACD berada di area oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan dan mendorong pembalikan arah pasar ke atas. Kenaikan menuju level berlawanan di 159,48 dan 159,97 dapat diantisipasi.
Skenario JualSkenario #1: Saya berencana menjual USD/JPY hari ini hanya setelah level 159,19 ditembus (garis merah pada grafik), yang akan memicu penurunan tajam pada pasangan ini. Target utama penjual akan berada di level 158,65, tempat saya berencana menutup posisi jual dan langsung membuka posisi beli (mengantisipasi pergerakan berlawanan sekitar 20–25 pip dari level tersebut). Akan lebih baik melakukan penjualan sedekat mungkin dengan level tertinggi. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari level tersebut.
Skenario #2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika harga menguji level 159,48 dua kali berturut-turut sementara MACD berada di area overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan dan mendorong pembalikan arah pasar ke bawah. Penurunan menuju level berlawanan di 159,19 dan 158,65 dapat diantisipasi.
Catatan: Trader pemula di pasar forex perlu sangat berhati-hati ketika membuat keputusan masuk. Akan lebih baik tetap di luar pasar sebelum laporan fundamental penting dirilis untuk menghindari terkena fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memilih untuk trading saat rilis berita, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa memasang stop order, Anda dapat dengan cepat kehilangan seluruh deposit, terutama jika Anda tidak menerapkan pengelolaan modal dan melakukan trading dengan volume besar.
Dan ingat, agar trading sukses, sangat penting memiliki rencana trading yang jelas, seperti yang disajikan di atas. Keputusan trading spontan yang hanya berdasarkan situasi pasar saat ini pada dasarnya adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.