Lihat juga: Indikator trading InstaForex untuk NZD/USD
Pasangan NZD/USD memulai pekan baru dengan sikap optimistis yang berhati-hati, diperdagangkan di kisaran 0,5710–0,5720 menjelang pembukaan sesi AS pada hari Senin, setelah bangkit dari level terendah empat bulan di dekat 0,5680, menyusul laporan adanya kemungkinan kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata antara AS dan Iran. Namun, kenaikan ini masih rapuh di tengah ketidakpastian geopolitik yang berlanjut dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan dari bank-bank sentral utama.
Situasi saat ini: tekanan fundamental berlanjut, jeda sementara masih diragukan
Pada hari Senin, muncul laporan bahwa AS, Iran, dan para mediator kawasan tengah membahas syarat-syarat gencatan senjata potensial selama 45 hari yang dapat mengakhiri permusuhan. Berita ini sempat melemahkan dolar AS sebagai aset safe haven, yang mendukung kiwi dan mata uang sensitif terhadap risiko lainnya.
Namun, optimisme masih terbatas. Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran pada hari Selasa, menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz, dan mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di negara tersebut jika tuntutan tidak dipenuhi. Iran, pada bagiannya, menyatakan siap menyerang infrastruktur AS sebagai balasan dan mengajukan syarat baru: transit melalui jalur perairan strategis itu dapat dilanjutkan jika sebagian pendapatan transit dialokasikan untuk kompensasi kerusakan perang. Peluang tercapainya kesepakatan dalam 48 jam ke depan masih rendah.
Di luar faktor geopolitik, pasangan ini tertekan oleh ekspektasi bahwa bank-bank sentral global, termasuk the Fed, akan terpaksa mengambil sikap yang lebih hawkish karena inflasi yang didorong oleh perang. Para investor sudah mulai memasukkan ke dalam harga kemungkinan kenaikan suku bunga the Fed pada 2026, yang menjadi hambatan kuat bagi NZD/USD.
Pada hari Jumat, laporan pasar tenaga kerja AS yang kuat dirilis: perekonomian menambah 178.000 lapangan kerja pada bulan Maret, jauh di atas perkiraan, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%.
Menurut alat CME FedWatch, probabilitas bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga akhir tahun adalah 78,9%.
Faktor RBNZ: dovish pause
Peristiwa utama bagi NZD pekan ini adalah rapat Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada hari Rabu. Pelaku pasar secara bulat memperkirakan otoritas moneter akan mempertahankan official cash rate (OCR) di 2,25%.
Gubernur RBNZ Anna Breman sebelumnya menyatakan bahwa bank dapat "mengabaikan" tekanan inflasi sementara yang didorong oleh kenaikan harga energi, tetapi akan siap menaikkan suku bunga jika ekspektasi inflasi jangka panjang terancam. Ekonom meyakini bank sentral dapat memberi sinyal kenaikan suku bunga di masa mendatang jika inflasi energi terbukti bertahan.
Pasar saat ini memperhitungkan hampir 40% probabilitas kenaikan suku bunga pada September 2026, dan kenaikan penuh sebesar 25 basis poin sudah sepenuhnya tercermin dalam harga pada Desember.
Analisis teknikal singkat
Pada grafik 4 jam, NZD/USD menunjukkan tanda-tanda awal potensi pembalikan. Harga memantul dari batas bawah saluran tren turun, di mana pasangan ini telah bergerak sejak akhir Januari dan kehilangan lebih dari 6% selama periode tersebut.
Indikator RSI menampilkan divergensi bullish, perlahan naik menuju level kunci 50, sementara OsMA telah memotong garis sinyalnya dari bawah, dan stochastic menyentuh area overbought.
Sementara itu, pada grafik 1 jam, ketiga indikator (RSI, OsMA, dan stochastic) bergerak mendukung pembeli selama sesi Asia.
Skenario A (dasar): tekanan berlanjut
Skenario yang paling mungkin adalah pasangan ini tetap berada di bawah tekanan, menguji support di 0,5660–0,5680 dalam beberapa hari mendatang. Pemicu untuk skenario ini dapat mencakup:
- gagalnya pembicaraan gencatan senjata dan eskalasi setelah ultimatum Trump,
- sinyal hawkish dari Fed dan dolar yang tetap kuat,
- retorika RBNZ yang berhati-hati tanpa isyarat pengetatan di masa depan.
Skenario B (bullish): pemulihan berkelanjutan
Mungkin terjadi jika ada kemajuan nyata dalam perundingan dan meredanya ketegangan geopolitik. Dalam kasus itu NZD/USD bisa bertahan di atas 0,5740 dan bergerak menuju 0,5780–0,5800.
Peristiwa kunci minggu ini
- Selasa: tenggat Trump untuk Iran — pemicu geopolitik utama,
- Rabu: pertemuan RBNZ (OCR) — OCR diperkirakan tetap di 2,25%,
- Rabu: publikasi risalah Fed (FOMC) — sinyal mengenai jalur suku bunga,
- Akhir pekan: data PCE dan CPI AS — penilaian tekanan inflasi.
Kesimpulan
NZD/USD berada pada titik kritis. Rebound jangka pendek berkat harapan akan gencatan senjata memberi kiwi jeda sementara, tetapi risiko fundamental — dolar yang kuat, ekspektasi pengetatan Fed, dan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut — tetap berlaku.
Zona kunci 0,5680–0,5740 akan menjadi arena pertarungan penentu dalam beberapa hari mendatang. Bertahan di atas 0,5680 akan menjaga peluang untuk pemulihan ke 0,5740 dan lebih tinggi, tetapi penembusan ke bawah akan membuka jalan menuju 0,5660 dan 0,5580.
Lihat juga: NZD/USD — skenario pergerakan pada 06.04.2026
Dalam skenario apa pun, volatilitas akan tetap tinggi. Para investor harus memantau dengan cermat perkembangan seputar ultimatum Trump pada hari Selasa, pertemuan RBNZ pada hari Rabu, dan yang paling penting, risalah Fed, yang dapat memberikan sinyal kunci mengenai kebijakan suku bunga AS ke depan. Keberhasilan akan berpihak pada mereka yang mampu membedakan harapan gencatan senjata jangka pendek dari realitas makroekonomi jangka panjang.