Pair mata uang EUR/USD mengalami lonjakan pada hari Rabu setelah berita mengenai gencatan senjata antara Iran dan AS muncul. Namun, sebagian besar peningkatan nilai euro terjadi selama sesi malam, membuat sulit bagi trader untuk mengambil keuntungan. Sepanjang hari, pair ini terus mengalami peningkatan, tetapi dengan laju yang jauh lebih lambat karena beberapa faktor.
Pertama, aksi militer kembali berlangsung di Timur Tengah pada sore Rabu. AS melakukan serangan terhadap instalasi minyak Iran, Iran membalas dengan menyerang Kuwait, dan Israel melancarkan serangan ke Lebanon sepanjang hari. Sebagai hasilnya, gencatan senjata yang ada saat ini terlihat sangat meragukan. Meskipun demikian, belum ada laporan dari Iran maupun AS yang menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut telah berakhir, meski baru berlangsung kurang dari satu hari. Oleh karena itu, para trader tetap melakukan aktivitas beli sepanjang sebagian besar hari Rabu.
Dari perspektif teknikal, sebuah tren kenaikan baru telah terbentuk, dengan potensi yang cukup lama tetapi bisa berakhir kapan saja. Jika hari ini terbukti bahwa gencatan senjata hanya bersifat sementara dan para pihak berniat untuk melanjutkan konflik di Timur Tengah, pair ini bisa dengan cepat kembali ke titik awal peningkatannya pada malam Rabu—sekitar level 1,1550. Selain itu, pair ini bahkan bisa jatuh lebih jauh. Jadi, terlalu dini untuk merayakan berakhirnya konflik di Timur Tengah.
Pada time frame 5 menit, muncul dua sinyal beli pada malam Rabu, dengan satu sinyal muncul tepat sebelum sesi trading Eropa dimulai. Kemungkinan besar para trader hanya berhasil melaksanakan sinyal yang terakhir. Setelah sinyal tersebut muncul, pair ini meningkat sekitar 30 pip, yang masih dapat dianggap sebagai keuntungan.
Laporan COTLaporan COT terbaru bertanggal 31 Maret. Pada ilustrasi kerangka waktu mingguan, terlihat jelas bahwa posisi bersih para trader non-komersial masih "bullish", namun dengan cepat menurun di tengah perkembangan geopolitik. Para trader secara massal menjual euro demi dolar AS. Kebijakan Trump tidak berubah, tetapi dolar kembali berperan sebagai "mata uang cadangan", yang memastikan tingginya permintaan terhadapnya.
Kami masih belum melihat faktor fundamental yang mendukung penguatan euro. Namun, masih banyak faktor yang berpotensi memicu pelemahan dolar AS. Perang di Timur Tengah untuk sementara membuat dolar menjadi sangat menarik, tetapi setelah faktor ini mereda, semuanya bisa kembali ke kondisi sebelumnya. Dalam jangka panjang, euro bisa turun hingga 1,06 (garis tren), tetapi tren naik masih akan tetap relevan.
Posisi garis merah dan biru pada indikator tetap mengindikasikan terjaganya tren "bullish". Selama pekan pelaporan terakhir, jumlah posisi beli dalam kelompok "Non-commercial" meningkat 100, sementara posisi jual naik 8.900. Akibatnya, posisi bersih turun lagi sebanyak 8.800 kontrak dalam sepekan.
Analisis EUR/USD 1HPada kerangka waktu satu jam, pasangan mata uang EUR/USD telah memulai tren kenaikan yang baru. Ketegangan terbaru di kawasan Timur Tengah mungkin kembali mempengaruhi fokus trading para investor, sehingga setiap peningkatan harus dihadapi dengan hati-hati. Dalam waktu dekat, kita harus memastikan apakah gencatan senjata telah diterapkan dan apakah akan ada negosiasi lanjutan di antara pihak-pihak yang terlibat. Hal ini akan berdampak pada dinamika pergerakan pasangan EUR/USD.
Untuk tanggal 9 April, kami menggarisbawahi level-level berikut untuk aktivitas trading: 1. 1234, 1. 1274, 1. 1362, 1. 1426, 1. 1542, 1. 1615–1. 1625, 1. 1657–1. 1666, 1. 1750–1. 1760, 1. 1830–1. 1837, serta garis Senkou Span B (1. 1542) dan garis Kijun-sen (1. 1612). Garis-garis indikator Ichimoku dapat berubah sepanjang hari, dan hal ini harus dipertimbangkan saat menentukan sinyal trading. Pastikan untuk mengatur stop-loss di level titik impas ketika harga bergerak 15 pip ke arah yang benar. Tindakan ini akan melindungi Anda dari kemungkinan kerugian jika sinyal yang diterima ternyata tidak valid.
Pada hari Kamis, laporan mengenai produksi industri di Zona Euro, terutama di Jerman, akan dirilis, sedangkan di AS akan diumumkan indeks harga konsumsi pribadi inti dan perkiraan ketiga PDB untuk kuartal keempat. Kami percaya bahwa laporan PDB dapat menambah tantangan bagi dolar. Namun, nasib mata uang AS masih sangat tergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah, sekitar 90%.
Rekomendasi Trading:Pada hari Kamis, trader dapat mempertimbangkan posisi jual jika harga memantul dari area 1.1750–1.1760 dengan target ke 1.1657–1.1666. Posisi beli dapat dipertahankan dengan target 1.1750–1.1760, karena harga telah terkonsolidasi di atas kisaran 1.1657–1.1666.
Penjelasan Untuk Ilustrasi:Level Support dan Resistance (garis warna merah tebal): Area kunci di mana pergerakan harga mungkin terhenti. Level ini bukan merupakan sumber sinyal trading.Garis Kijun-sen dan Senkou Span B: Garis indikator Ichimoku yang dipindahkan dari time frame H4 ke grafik per jam, garis ini fungsinya adalah menunjukkan level yang kuat.Level Ekstrem (garis warna merah tipis): Titik di mana harga sebelumnya telah memantul. Kedua level ini dapat berfungsi sebagai sumber sinyal trading.Garis Warna Kuning: Garis tren, kanal, atau pola teknis lainnya.Indikator 1 di dalam Grafik COT: Mencerminkan ukuran net position dari setiap kategori trader.