Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 13 April

Tekanan terhadap euro, pound, dan aset berisiko lainnya telah meningkat secara signifikan, dan dolar AS kembali banyak diminati karena alasan yang objektif.

Selama diskusi yang penuh ketegangan di akhir pekan antara Amerika Serikat dan Iran, sayangnya tidak ada kemajuan yang dicapai dan masalah-masalah utama tetap belum terselesaikan. Situasi di Selat Hormuz, jalur pengiriman yang penting di mana sebagian besar pasokan minyak dunia melewati—dan telah terjadi sebelum konflik dimulai—menjadi fokus utama. Selat itu masih tertutup, dan kemungkinan untuk membukanya dalam waktu dekat tampaknya sangat minim. Sementara itu, kemajuan yang berhubungan dengan program nuklir Iran tidak memuaskan. Ketidakmampuan untuk mencapai kesepakatan mengenai tingkat pengayaan uranium dan inspeksi oleh badan internasional terus menimbulkan kekhawatiran atas potensi niat Teheran untuk memproduksi senjata nuklir. Ketidakpastian ini menjadi kesempatan bagi meningkatnya ketegangan militer.

Dengan tidak adanya data penting untuk Zona Euro dan Inggris pada paruh pertama hari ini, tekanan terhadap euro dan pound Inggris kemungkinan akan terus berlanjut. Ketiadaan indikator ekonomi baru yang bisa menjadi alasan untuk optimisme atau sebaliknya, memperkuat sentimen negatif, membuat pasar dalam keadaan yang kurang jelas. Para trader dan investor yang tidak menerima informasi baru kemungkinan akan lebih fokus pada tren yang sudah ada serta pada berita yang berasal dari Timur Tengah. Ketidakhadiran rilis data untuk Inggris hari ini juga berarti bahwa tidak ada faktor signifikan yang diharapkan untuk mengubah arah tren dalam waktu dekat.

Jika data sesuai dengan ekspektasi ekonom, lebih baik bertindak berdasarkan strategi Mean Reversion. Jika data jauh di atas atau di bawah ekspektasi ekonom, strategi Momentum adalah pendekatan yang paling tepat.

Strategi Momentum (Breakout):Untuk Pasangan EUR/USDBeli saat terjadi breakout di atas level 1,1705, yang dapat mendorong penguatan euro menuju 1,1730 dan 1,1765;Jual saat terjadi breakout di bawah level 1,1676, yang dapat mendorong pelemahan euro menuju 1,1650 dan 1,1620;Untuk Pasangan GBP/USDBeli saat terjadi breakout di atas level 1,3412, yang dapat mendorong penguatan pound menuju 1,3444 dan 1,3475;Jual saat terjadi breakout di bawah level 1,3395, yang dapat mendorong pelemahan pound menuju 1,3377 dan 1,3343;Untuk Pasangan USD/JPYBeli saat terjadi breakout di atas level 159,85, yang dapat mendorong penguatan dolar menuju 160,10 dan 160,25;Jual saat terjadi breakout di bawah level 159,60, yang dapat memicu tekanan jual terhadap dolar menuju 159,35 dan 159,15;Strategi Mean Reversion (Pembalikan ke Rata-rata):Untuk Pair EUR/USDCari peluang jual setelah breakout gagal di atas 1.1703 dan harga kembali turun di bawah level ini;Cari peluang beli setelah breakout gagal di bawah 1.1671 dan harga kembali naik di atas level ini;Untuk Pasangan GBP/USDCari peluang sell setelah breakout gagal di atas 1.3416 dan harga kembali turun di bawah level ini;Cari peluang buy setelah breakout gagal di bawah 1.3389 dan harga kembali naik di atas level ini;Untuk Pair AUD/USDCari peluang sell setelah breakout gagal di atas 0.7054 dan harga kembali turun di bawah level ini;Cari peluang buy setelah breakout gagal di bawah 0.7029 dan harga kembali naik di atas level ini;Untuk Pair USD/CADCari peluang jual setelah breakout gagal di atas 1.3870 dan harga kembali turun di bawah level ini;Cari peluang beli setelah breakout gagal di bawah 1.3851 dan harga kembali naik di atas level ini;