GBP/USD, 14 April. Apakah pound Inggris telah kehilangan arahnya?

Pada grafik per jam, pasangan GBP/USD membuka sesi hari Senin dengan gap turun yang cukup tajam, namun segera berbalik menguat mendukung pound dan menunjukkan kenaikan kuat menuju level resistance 1.3526–1.3539. Rebound dari zona ini pada hari Selasa akan menguntungkan dolar AS dan berpotensi memicu penurunan menuju level support 1.3437–1.3465. Jika pasangan ini mampu terkonsolidasi di atas level 1.3526–1.3539, pelaku pasar dapat mengantisipasi kelanjutan tren naik menuju level resistance berikutnya di 1.3604–1.3620.

Situasi gelombang telah berbalik lagi menjadi "bullish". Gelombang naik terbaru telah melampaui puncak sebelumnya, sedangkan gelombang turun terakhir yang telah selesai tidak menembus titik terendah yang pernah ada. Dalam dua bulan terakhir, dominasi geopolitik sempat berpihak sepenuhnya kepada pihak bearish di pasar, namun kini latar belakang tersebut mulai berubah ke arah yang lebih positif, memberikan kepercayaan lebih kepada pihak bullish. Selama beberapa pekan, pound bergerak sideways dalam rentang antara 1. 3177 dan 1. 3465, tetapi berhasil keluar dari kisaran itu kemarin.

Latar belakang berita di hari Senin dapat dianggap positif, tetapi cenderung lebih memberikan keuntungan kepada pihak bearish dibandingkan dengan bullish. Banyak orang, menurut pendapat saya, merasa terkejut dengan kenaikan pound sepanjang hari, mengingat mata uang ini sempat mengalami penurunan drastis saat pasar dibuka. Mengapa pihak bullish melakukan serangan baru saat tidak ada perkembangan geopolitik yang menggembirakan? Saya melihat pasar telah mengalihkan perhatian dari berita harian ke kondisi geopolitik yang lebih luas. Dengan kata lain, para pelaku pasar kini melihat situasi secara keseluruhan, bukan hanya peristiwa atau berita yang terpisah. Jika kita melihat secara keseluruhan, tidak banyak yang berubah dalam tiga hari terakhir. Blokade Selat Hormuz oleh kapal perang AS tidak mengubah keadaan di pasar minyak, negosiasi antara Iran dan AS mungkin akan segera dilanjutkan, dan tidak ada serangan baru dari Timur Tengah yang terpantau dalam beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, semua pihak masih mengikuti gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu, yang memberikan harapan akan selesainya konflik. Banyak ahli militer berpendapat bahwa angkatan laut AS tidak akan dapat mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz dalam waktu lama. Meski demikian, eskalasi tetap bisa terjadi, karena Iran mungkin berusaha untuk memecah blokade dan bisa saja menyerang kapal-kapal AS. Namun, hingga kini hal tersebut belum terjadi. Harga minyak di awal minggu baru ini relatif stabil.

Pada grafik 4 jam, pasangan ini telah terkonsolidasi di atas descending trend channel, dan setelah beberapa minggu kebimbangan, pihak bulls akhirnya mengambil inisiatif untuk menyerang. Konsolidasi di atas level resistance 1.3439–1.3482 membuka peluang bagi kenaikan pound lebih lanjut menuju level 1.3540 dan 1.3664. Bearish divergence mulai terbentuk pada indikator CCI dan RSI.

Laporan Commitments of Traders (COT):

Sentimen dari kategori trader "Non-commercial" menjadi lebih bearish selama minggu pelaporan terakhir. Jumlah posisi long yang dipegang spekulan berkurang 3.960, sementara posisi short berkurang 217. Kesenjangan antara posisi long dan short kini secara garis besar adalah: 47.000 vs. 104.000. Selama enam minggu berturut-turut, trader non-commercial secara aktif menambah posisi short dan mengurangi posisi long, yang mengakibatkan ketidakseimbangan yang kuat antara posisi long dan short. Dalam beberapa minggu terakhir, kubu bearish mendominasi, yang tidak mengherankan mengingat situasi geopolitik.

Saya masih belum meyakini tren bearish untuk pound, tetapi sekarang semuanya tidak lagi bergantung pada indikator ekonomi, kebijakan perdagangan Trump, atau kebijakan moneter bank sentral, melainkan pada durasi, skala, dan konsekuensi perang di Timur Tengah. Dalam beberapa bulan terakhir, awalnya terjadi koreksi dengan tetap mempertahankan tren bullish, lalu konflik di Timur Tengah mulai meningkat hampir setiap hari. Geopolitik tetap menjadi satu-satunya alasan penguatan dolar AS.

Kalender ekonomi untuk AS dan Inggris:

AS – Perubahan mingguan ADP employment (12:15 UTC)AS – Producer Price Index (12:30 UTC)

Pada 14 April, kalender ekonomi hanya memuat dua rilis yang tergolong minor. Dampak latar belakang berita terhadap sentimen pasar pada hari Selasa akan minimal. Para trader tetap memusatkan perhatian terutama pada berita geopolitik.

Prakiraan dan saran trading GBP/USD:

Penjualan pasangan ini dimungkinkan hari ini jika terjadi pantulan pada grafik per jam dari level 1.3526–1.3539, dengan target 1.3437–1.3465. Pembelian dimungkinkan saat penutupan harga di atas level 1.3437–1.3465 dengan target 1.3526–1.3539 (target ini sudah tercapai). Peluang beli baru muncul jika terjadi penutupan di atas 1.3526–1.3539 dengan target 1.3604–1.3620.

Level Fibonacci retracement dibangun dari 1.3341–1.3866 pada grafik per jam dan dari 1.3012–1.3868 pada grafik 4 jam.