Bitcoin sedang mengencangkan pegasnya

Bitcoin ibarat sebuah pegas — makin lama makin tertekan, siap terpental kapan saja. Namun, tanggal "X" terus saja mundur. Bukan karena kurang pemicu: keyakinan investor bahwa konflik di Timur Tengah akan berakhir sudah cukup mendorong indeks saham AS mencetak rekor baru hingga tiga kali. Sayangnya, bull BTC/USD sejauh ini hanya mampu mendorong harga ke batas atas dari kisaran konsolidasi menengah 65.000–76.000.

Aliran masuk ke ETF berfokus pada Bitcoin selama sepekan hingga 17 April mencapai total $332 juta. Bank-bank besar, termasuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley, terus mengikuti para pesaing dengan meluncurkan ETF khusus kripto. Strategy milik Michael Saylor, pelopor konsep crypto treasuries, membeli token sekitar $2,6 miliar hanya dalam dua minggu terakhir; harga sahamnya melonjak sekitar 16% pada periode yang sama.

Sejauh ini, tampaknya permintaan terhadap Bitcoin tidak kekurangan. Namun, para penambang — yang khawatir akan kenaikan biaya listrik dan margin yang menyusut — justru menjual kripto untuk mendiversifikasi bisnis mereka. Teknologi AI dan pusat data yang menyertainya terbukti lebih efisien dibanding penambangan kripto. CoinShares memperkirakan bahwa pada bulan Desember, aktivitas tersebut akan menyumbang 70% dari bisnis para penambang, naik dari sekitar 30% saat ini.

Ketika permintaan naik sementara pasokan juga meningkat, para spekulan bisa saja menentukan nasib BTC/USD. Funding rate pada kontrak perpetual Bitcoin telah negatif selama 46 hari berturut-turut — artinya pelaku pasar masih bertahan pada posisi short, bertaruh bahwa harga akan turun. Jika harga terus naik, apa yang disebut short squeeze bisa terjadi: pegas yang ditekan mendadak memantul dan terpental. Para penjual short cepat atau lambat harus merealisasikan kerugian dan menutup posisi, yang akan memicu reli crypto yang cepat.

Ada skenario kedua: para spekulan menang dan harga Bitcoin anjlok. Ini bisa terjadi jika pasar berbalik dari serakah menjadi takut di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Donald Trump mengancam akan membom setiap pembangkit listrik dan jembatan jika Iran menolak kesepakatan. Tujuh minggu perang belum menghasilkan penyelesaian. Permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven akan meningkat, dan BTC/USD akan mengikuti pergerakan saham yang turun.

Jika Washington dan Teheran menemukan titik temu, peningkatan selera risiko global akan mendukung aset berisiko — dan crypto kemungkinan juga akan diuntungkan.

Secara teknikal, pada grafik harian, BTC/USD telah memantul dari support dinamis yang dibentuk oleh rata-rata pergerakan. Kenaikan kembali di atas 76.000 akan menjadi alasan yang kuat untuk menambah posisi long yang sudah ada. Sebaliknya, penurunan di bawah 73.600 akan menjadi alasan untuk mempertimbangkan penjualan.