Pekan baru bagi mata uang euro tidak dimulai dengan terlalu baik, tetapi "kekacauan" yang terjadi belum merusaknya. Pelaku pasar masih berfokus pada posisi beli karena rangkaian peristiwa pekan sebelumnya. Singkatnya, inflasi di Uni Eropa terus meningkat, dan dengan perkembangan terbaru dalam negosiasi antara Iran dan AS, Selat Hormuz kemungkinan besar akan tetap terblokir untuk beberapa waktu. Akibatnya, kenaikan harga energi lanjutan patut diperkirakan. Namun, bahkan tanpa faktor tersebut, dunia saat ini sudah menghadapi kekurangan pasokan minyak, dan Zona Euro (bersama banyak negara lain) terpaksa memanfaatkan cadangan strategis. Semakin besar kelangkaan, semakin tinggi harga minyak akan terdorong naik.
Berdasarkan kondisi itu, Bank Sentral Eropa mungkin akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Terus terang, saya sudah memperkirakan keputusan bernada hawkish pada pertemuan bulan April, tetapi bank sentral memilih untuk menunggu dan mengamati. Mungkin mereka berharap inflasi tidak akan terlalu cepat meningkat dan kemudian mulai melambat? Menjelang pertemuan ECB berikutnya, masih akan terbit dua laporan inflasi lagi yang bisa memberikan gambaran mengenai arah trennya. Namun, untuk saat ini, saya belum melihat alasan adanya perbaikan dalam situasi energi.
Perlu juga diingat bahwa tidak ada yang benar-benar menghalangi ECB untuk menaikkan suku bunga. Keputusan seperti itu memang akan memperlambat perekonomian, tetapi bank sentral siap menanggungnya, berbeda dengan The Fed. Di AS, pengetatan kebijakan moneter pada dasarnya sulit diterima. Bayangkan situasi ketika ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang besar kemungkinan akan ditunjuk untuk menurunkan suku bunga dan mendorong FOMC agar mengambil keputusan bernada dovish, justru harus mengumumkan pengetatan kebijakan! Donald Trump sangat mungkin akan berupaya menyingkirkan presiden bank sentral yang baru itu. Walau secara formal ia tidak bisa melakukan hal tersebut, situasinya bisa menjadi bahan tertawaan. Selain itu, kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini juga tidak mendukung harapan kenaikan suku bunga. Karena itu, euro berada dalam posisi yang lebih menguntungkan dari sisi kebijakan moneter.
Minggu ini akan ada beberapa pidato dari Presiden ECB Christine Lagarde, Wakil Presiden Luis de Guindos, dan Kepala Ekonom Philip Lane. Saya memperkirakan para pejabat ini akan memperjelas kapan dan dalam kondisi apa pasar dapat mengharapkan kenaikan suku bunga. Selain itu, data penjualan ritel untuk Uni Eropa akan dirilis pada hari Kamis, tetapi saat ini rilis tersebut tidak terlalu menarik perhatian pelaku pasar. Dengan demikian, fokus utama minggu ini akan tertuju pada geopolitik, data penting dari Amerika Serikat, dan pidato-pidato penting dari pejabat ECB.
Gambaran Gelombang untuk EUR/USD:Berdasarkan analisis EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih berada dalam segmen tren naik (gambar bawah) dan, dalam jangka pendek, berada dalam struktur korektif. Susunan gelombang korektif tampak cukup lengkap dan mungkin hanya akan mengambil bentuk yang lebih kompleks dan memanjang jika latar belakang geopolitik di Timur Tengah tidak memburuk minggu ini. Jika tidak, segmen tren turun yang baru bisa dimulai dari posisi saat ini. Kami sudah melihat gelombang korektif, dan saya memperkirakan kenaikan lanjutan instrumen ini dari level saat ini, dengan target sekitar angka 19.
Pola gelombang untuk instrumen GBP/USD menjadi semakin jelas seiring waktu, sebagaimana yang saya perkirakan. Kini kita melihat struktur naik lima gelombang yang jelas pada grafik, yang kemungkinan akan segera selesai. Jika memang demikian, kita dapat mengharapkan terbentuknya susunan gelombang korektif. Oleh karena itu, skenario dasar untuk beberapa hari ke depan adalah kenaikan menuju angka 37. Selebihnya akan sangat bergantung pada faktor geopolitik.
Prinsip Utama Analisis Saya:Struktur gelombang harus sederhana dan jelas. Struktur yang kompleks sulit diprediksi dan sering kali berubah.Jika tidak ada keyakinan terhadap kondisi pasar, sebaiknya tidak masuk posisi.Tidak pernah ada kepastian 100% mengenai arah pergerakan. Selalu ingat untuk menggunakan order stop-loss sebagai perlindungan.Analisis gelombang dapat digabungkan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.