Pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan sinyal pekan lalu bahwa pasangan ini siap untuk melanjutkan tren naiknya. Alasan penguatan euro dan pelemahan dolar sebenarnya tidak perlu lagi dijelaskan. Namun, tetap saja alasan tersebut ada. Pertama-tama, perlu dicatat bahwa pasar terus mengabaikan latar belakang makroekonomi dan fundamental. Puncak dari sikap mengabaikan ini terlihat pada laporan Nonfarm Payrolls hari Jumat, yang untuk sekali ini justru menunjukkan angka di atas perkiraan, tetapi dolar AS sama sekali tidak menguat. Tentu saja, beberapa analis langsung mencoba menjelaskan fenomena ini dengan menyoroti struktur laporan yang dinilai negatif. Kami ingin mengingatkan bahwa pasar tidak berkewajiban bereaksi pada setiap rilis data atau berita, maupun memperdagangkan berita tertentu persis seperti yang diinginkan sebagian trader. Yang terpenting adalah memahami bahwa saat ini faktor makroekonomi hampir tidak berperan, dan mengakui hal ini secara jujur, alih-alih berupaya "mencari-cari noda" dalam sesuatu yang positif atau sebaliknya.
Faktor geopolitik juga terus mengalami pelemahan pengaruhnya di pasar valuta asing. Gencatan senjata antara Iran dan AS sudah berlangsung selama sebulan penuh, dan meskipun belum ada hasil nyata dalam proses negosiasi, tidak ada pertemuan langsung antara delegasi Iran dan Amerika, tidak ada informasi sama sekali mengenai perkembangan pembicaraan, serta terjadi dua pelanggaran gencatan senjata hanya dalam sepekan terakhir, perang di Timur Tengah tidak kembali berkobar dengan kekuatan baru. Hal ini membuat pasar mempertahankan pandangan optimistis terhadap masa depan. Lebih tepatnya, pasar tidak melihat alasan mengapa sekarang harus membeli dolar yang sedang bermasalah, yang juga terdampak oleh Donald Trump, terutama ketika faktor geopolitik tidak lagi menjadi penopangnya.
Pada titik ini, penting untuk kembali mengingat faktor fundamental dan makroekonomi yang sedang diabaikan pasar. Namun, pasar hanya mengabaikan peristiwa-peristiwa lokal, sementara latar belakang fundamental global secara keseluruhan begitu jelas sehingga tidak ada lagi keraguan soal apa yang harus dilakukan terhadap dolar. Selama lebih dari satu tahun kami telah menyampaikan bahwa dolar akan terus melemah. Tentu saja, kami bukan Nostradamus dan tidak mungkin mengetahui rencana Trump. Pada Februari dan Maret tahun ini, kemungkinan besar mata uang AS akan terus melemah dengan tenang jika Trump tidak memulai perang dengan Iran. Karena itulah, pasangan EUR/USD sesekali mengalami koreksi dalam jangka panjang. Namun, hal tersebut tidak mengubah tren global; kondisi ekonomi, kebijakan moneter, sektor investasi, kebijakan perdagangan Gedung Putih, dan sikap Trump terhadap mata uang nasional—semua faktor ini mendukung semua pihak kecuali dolar.
Sekarang, kita perlu melihat sisi teknikal. Pada timeframe 4 jam, kita melihat adanya koreksi sesekali dan bahkan tren-tren tersendiri, tetapi situasi pada timeframe yang lebih tinggi (harian, mingguan) jauh lebih jelas. Oleh karena itu, kami tetap memperkirakan penguatan mata uang Eropa, terlepas dari rilis data makroekonomi lokal dan peristiwa fundamental. Lagi pula, pekan ini hampir tidak ada hal yang benar-benar penting di Zona Euro. Akan ada dua pidato lagi dari Christine Lagarde, dan estimasi kedua PDB kuartal kedua akan dipublikasikan. Tidak ada yang terlalu menarik, mengingat pasar sudah sepenuhnya memahami posisi European Central Bank terkait kebijakan moneter.
Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama lima hari trading terakhir per 11 Mei adalah 67 pip dan dikategorikan sebagai "rata-rata." Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1721 hingga 1,1855 pada hari Senin. Saluran regresi linear bagian atas telah mendatar, yang mengindikasikan perubahan tren menjadi naik. Faktanya, tren naik sejak 2025 bisa saja telah berlanjut kembali sejak sebulan lalu. Indikator CCI telah memasuki area overbought dan membentuk dua divergensi "bearish", yang memberi sinyal dimulainya koreksi turun yang kemungkinan besar sudah selesai.
Level Support Terdekat:S1 – 1,1780
S2 – 1,1719
S3 – 1,1658
Level Resistance Terdekat:R1 – 1,1841
R2 – 1,1902
R3 – 1,1963
Rekomendasi Trading:Pasangan EUR/USD mempertahankan tren naik di tengah berkurangnya pengaruh geopolitik terhadap sentimen pasar dan meredanya ketegangan geopolitik. Latar belakang fundamental global untuk dolar tetap sangat negatif, sehingga dalam jangka panjang kami masih memperkirakan pasangan ini akan menguat. Jika harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1658 dan 1,1597 berdasarkan pertimbangan teknikal. Di atas garis moving average, posisi beli relevan dengan target di 1,1841 dan 1,1855. Pasar terus bergerak menjauh dari faktor-faktor geopolitik, dan dolar terus kehilangan satu-satunya pendorong kenaikannya.
Penjelasan untuk Ilustrasi:Linear Regression Channel membantu mengidentifikasi tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke arah yang sama, hal itu menunjukkan tren yang kuat.Garis Moving Average (pengaturan 20,0, diperhalus) menunjukkan tren jangka pendek dan arah pergerakan yang sebaiknya diikuti dalam trading saat ini.Murray Level berfungsi sebagai level target untuk pergerakan dan koreksi.Level Volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan akan menjadi kanal pergerakan pasangan ini dalam beberapa hari mendatang, berdasarkan metrik volatilitas saat ini.Indikator CCI: Ketika memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250), hal ini menandakan bahwa pembalikan tren ke arah sebaliknya sudah mendekat.