Dolar AS kembali menunjukkan pertumbuhan yang kuat terhadap euro, pound, dan aset berisiko lainnya, didorong oleh memanasnya situasi di Timur Tengah.
Pada hari Jumat lalu, dolar melemah di tengah data pasar tenaga kerja yang beragam dan ketegangan geopolitik. Meskipun terjadi peningkatan pada non-farm employment AS, dolar justru turun setelah laporan tersebut dirilis karena angka ketenagakerjaan bulan April lebih rendah dibandingkan bulan Maret. Dengan latar belakang ini dan ketegangan geopolitik yang masih berlanjut, permintaan terhadap aset berisiko tetap terjaga.
Namun, pada sesi Asia hari ini, situasinya berubah total. Berita negatif terkait perkembangan negosiasi AS–Iran menekan euro dan pound. Pasar akan tetap waspada, menilai potensi risiko dan peluang yang terkait dengan dinamika perkembangan situasi geopolitik.
Dalam konteks ini, tekanan terhadap euro dan pound sterling diperkirakan akan meningkat. Ketiadaan rilis data penting dari Zona Euro dan Inggris hari ini meningkatkan kemungkinan penurunan lanjutan pada pasangan EUR/USD dan GBP/USD.
Gagalnya upaya diplomatik antara AS dan Iran akan mempertahankan ketidakpastian, yang dalam jangka waktu lama telah berdampak negatif pada sentimen pelaku pasar dan mendorong arus keluar modal dari aset berisiko.
Strategi Momentum (Breakout):Untuk Pasangan EUR/USD:Posisi long pada breakout di atas 1,1760 dapat mendorong kenaikan euro hingga sekitar 1,1796 dan 1,1815.Posisi short pada breakout di bawah 1,1745 dapat memicu penurunan euro hingga sekitar 1,1725 dan 1,1701.Untuk Pasangan GBP/USD:
Posisi long pada breakout di atas 1,3599 dapat mendorong kenaikan pound hingga sekitar 1,3628 dan 1,3655.Posisi short pada breakout di bawah 1,3574 dapat memicu penurunan pound hingga sekitar 1,3547 dan 1,3514.Untuk Pasangan USD/JPY:Posisi long pada breakout di atas 157,35 dapat mendorong kenaikan dolar hingga sekitar 157,70 dan 157,99.Posisi short pada breakout di bawah 157,00 dapat memicu tekanan jual pada dolar hingga sekitar 156,73 dan 155,96.Strategi Mean Reversion (Return):