Penyesuaian Level dan Target untuk Sesi AS – 20 Mei

Hari ini, euro dan pound diperdagangkan menggunakan strategi Mean Reversion. Saya tidak melakukan transaksi apa pun menggunakan strategi Momentum.

Hari ini, data final inflasi untuk zona euro dan Inggris Raya telah dirilis. Di zona euro, inflasi tahunan meningkat menjadi 3,0% pada April dari 2,6% pada Maret — level tertinggi sejak September 2023 — sedikit melampaui ekspektasi pasar sebesar 2,9%.

Sebaliknya, di Inggris Raya inflasi justru melambat, terutama berkat langkah-langkah pemerintah yang bertujuan mengendalikan harga energi. Dengan kata lain, tekanan harga domestik di Inggris untuk sementara masih terkendali; namun, guncangan energi terkait Selat Hormuz terus mendorong angka inflasi keseluruhan naik, baik di Inggris maupun di negara-negara Uni Eropa.

Berikutnya, perhatian pasar akan beralih ke dua peristiwa dari Amerika Serikat.

Yang pertama adalah publikasi risalah rapat Federal Reserve bulan Mei, dari mana para investor akan berusaha mencari sinyal tentang seberapa serius anggota komite membahas kemungkinan kenaikan suku bunga di tengah percepatan inflasi. Perlu diingat bahwa probabilitas kenaikan suku bunga Fed sebelum akhir tahun sudah melebihi 40%, sementara data CPI dan PPI bulan April tidak banyak memberikan alasan bagi optimisme pasar. Jika risalah tersebut mengungkap retorika yang lebih hawkish daripada yang saat ini diantisipasi pasar, dolar akan mendapat dukungan tambahan.

Peristiwa kedua adalah pidato anggota FOMC Michael Barr, yang pekan lalu secara jelas menyampaikan posisinya: inflasi merupakan risiko utama bagi perekonomian AS, dan perilakunya yang sulit diprediksi jauh lebih mengkhawatirkan bagi dirinya dibandingkan situasi pasar tenaga kerja. Perlu juga dicatat bahwa Barr akan meninggalkan jabatannya pada akhir pekan ini, sehingga pidatonya hari ini bisa menjadi salah satu sinyal publik terakhir dari jajaran pimpinan Federal Reserve yang akan segera lengser menjelang perubahan di dalam tubuh regulator.

Jika data ekonomi yang dirilis kuat, saya akan mengandalkan strategi Momentum. Jika pasar tidak menunjukkan reaksi terhadap data, saya akan terus menggunakan strategi Mean Reversion.

Strategi Momentum (Breakout Trading) untuk Paruh Kedua Hari IniEUR/USDBeli pada breakout di atas 1,1607 dapat mendorong kenaikan euro ke area 1,1635 dan 1,1659;Jual pada breakout di bawah 1,1578 dapat mendorong penurunan euro ke area 1,1549 dan 1,1527;GBP/USDBeli pada breakout di atas 1,3415 dapat mendorong kenaikan pound ke area 1,3445 dan 1,3473;Jual pada breakout di bawah 1,3380 dapat mendorong penurunan pound ke area 1,3350 dan 1,3310;USD/JPYBeli pada breakout di atas 159,13 dapat mendorong kenaikan dolar ke area 159,39 dan 159,60;Jual pada breakout di bawah 158,85 dapat mendorong tekanan jual dolar ke area 158,57 dan 158,28;Strategi Mean Reversion untuk Paruh Kedua Hari IniEUR/USDSaya akan mencari peluang jual setelah breakout gagal di atas 1,1608 yang diikuti dengan harga kembali turun ke bawah level ini;Saya akan mencari peluang beli setelah breakout gagal di bawah 1,1580 yang diikuti dengan harga kembali naik ke atas level ini;GBP/USDSaya akan mencari peluang jual setelah terjadi breakout gagal di atas 1,3403 yang kemudian diikuti dengan pergerakan kembali turun ke bawah level ini;Saya akan mencari peluang beli setelah terjadi breakout gagal di bawah 1,3370 yang kemudian diikuti dengan pergerakan kembali naik ke atas level ini;AUD/USDSaya akan mencari peluang jual setelah breakout gagal di atas 0,7125 yang diikuti dengan harga kembali turun di bawah level ini;Saya akan mencari peluang beli setelah breakout gagal di bawah 0,7098 yang diikuti dengan harga kembali naik di atas level ini;USD/CADSaya akan mencari peluang jual setelah terjadinya breakout gagaldi atas 1,3784 yang diikuti dengan kembalinya harga ke bawah level ini;Saya akan mencari peluang beli setelah terjadinya breakout gagal di bawah 1,3762 yang diikuti dengan kembalinya harga ke atas level ini.