Sejak awal konflik di Timur Tengah, dolar AS terus berada di bawah pengaruh geopolitik yang kuat. Hal ini menyebabkan penguatan mata uang tersebut di tengah harapan akan perdamaian, dan sebaliknya, pelemahan setiap kali harapan-harapan tersebut gagal terwujud.
Apa yang Menentukan Penguatan dan Penurunan Dolar AS?Ini merupakan pertanyaan krusial yang tidak hanya memengaruhi pasangan mata uang yang melibatkan dolar, tetapi juga beragam aset lainnya, termasuk emas. Saat ini, banyak pelaku pasar tampaknya meyakini bahwa dolar kemungkinan besar tidak akan kembali menguat secara signifikan. Sejumlah besar investor berasumsi bahwa mata uang-mata uang utama saat ini memiliki posisi yang lebih kuat relatif terhadap dolar AS.
Mari telaah faktor-faktor utama yang memengaruhi dinamika dolar serta alasan mengapa mata uang ini saat ini sedang mengalami konsolidasi terhadap mata uang-mata uang utama di pasar forex.
Faktor utama yang pertama adalah konflik di Timur Tengah beserta konsekuensi-konsekuensinya, khususnya risiko geopolitik yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Di tengah latar belakang ini, dolar dipandang oleh para pelaku pasar sebagai mata uang safe-haven. Dolar mendapatkan dukungan berkat adanya korelasi yang muncul pada awal Maret: kenaikan harga minyak mentah menopang dolar sebagai aset defensif, sementara harga emas mengalami penurunan dan cryptocurrency melemah. Sebaliknya, penurunan harga minyak justru mendukung penguatan emas dan cryptocurrency, sementara dolar berada di bawah tekanan.
Pada praktiknya, kuat atau lemahnya nilai dolar saat ini sangat bergantung pada bagaimana pasar bereaksi terhadap proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Setiap tanda kemajuan yang signifikan dalam negosiasi cenderung melemahkan dolar AS, sementara tidak adanya perkembangan positif justru mendorong permintaan spekulatif terhadap mata uang tersebut.
Faktor penting lainnya adalah hubungan antara kinerja dolar, ekspektasi inflasi di Amerika Serikat, dan respons dari Federal Reserve. Banyak pelaku pasar meyakini bahwa inflasi yang terus meningkat dapat memaksa The Fed untuk terus menaikkan suku bunga. Ini merupakan faktor utama kedua yang menopang dolar, dan faktor ini juga terkait erat dengan perkembangan situasi di Timur Tengah. Oleh karena itu, para trader sebaiknya memantau secara cermat kedua pendorong utama ini, yang dapat berfungsi untuk menopang dolar ataupun memberikan tekanan terhadapnya.
Mengapa Pasar Forex Terlihat Tenang Hari Ini?Ketenangan yang terjadi saat ini di pasar forex sebagian besar dapat dijelaskan oleh ekspektasi seputar berita mengenai negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Baik perkembangan positif maupun negatif kemungkinan besar akan memicu kembali aksi beli atau jual terhadap dolar AS.
Prediksi HarianPasangan mata uang ini sedang berkonsolidasi di bawah level resistance 1,1610. Pasangan ini dapat bergerak naik maupun turun, bergantung pada perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran.
Kesepakatan damai dapat menjadi landasan bagi pergerakan naik menuju 1,1675. Di sisi lain, tidak adanya kesepakatan dapat memicu penurunan kembali menuju 1,1535.
Level 1,1579 dapat berfungsi sebagai pemicu untuk posisi short, sementara 1,1646 dapat berfungsi sebagai pemicu untuk posisi long.
EMASHarga emas masih bergerak dalam kisaran yang sangat sempit dan berpotensi terus melemah menuju 4.400,00 jika muncul berita negatif terkait negosiasi yang sedang berlangsung. Dalam skenario ini, harga emas dapat turun menuju level 4.400,00.
Sebaliknya, perkembangan positif dapat mendorong harga naik menuju 4.665,75.
Level 4.495,84 dapat berfungsi sebagai pemicu untuk posisi short, sementara 4.567,00 dapat berfungsi sebagai pemicu untuk posisi long.